HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pegiat Sosial Marnan Sarbini Kembali Salurkan Bantuan 8 Meja Lipat dan Wakaf Al-Qur’an untuk Anak-anak Mengaji


TANGERANG, INFOTERBIT — Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak terus diwujudkan Pegiat Sosial, Marnan Sarbini dari Forum Peduli Masyarakat Indonesia.

Kali ini, Marnan menyalurkan bantuan kedua berupa 8 meja lipat dan wakaf Al-Qur’an kepada Ustadz Satiri, guru ngaji, di Kp. Waliwis Kidul RT 002/004, Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin 5 Oktober 2026.

Bantuan tersebut berasal dari kepedulian Novi dan Aas, TKW yang bekerja di Arab Saudi, yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu menyediakan fasilitas belajar bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan mengaji.

Bantuan diserahkan secara langsung kepada Ustadz Satiri. Kehadiran 8 meja lipat tersebut diharapkan dapat membuat anak-anak lebih nyaman dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengaji. Sementara wakaf Al-Qur’an diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran keagamaan.

Marnan Sarbini menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap pendidikan dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, ini merupakan bantuan kedua yang dapat kami salurkan. Semoga 8 meja lipat dan wakaf Al-Qur’an ini benar-benar bermanfaat dan membuat anak-anak lebih nyaman dalam belajar mengaji,” ujar Marnan Sarbini.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada TKW Novi dan Aas yang telah ikut berbagi dan memberikan perhatian kepada anak-anak di kampung halaman.

“Terima kasih kepada Novi dan Aas. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, umur panjang, keberkahan dan rezeki yang melimpah. Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Aamiin,” ungkapnya.

Sementara itu, Ustadz Satiri bersama anak-anak menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap kepedulian tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi kegiatan belajar mengaji di Kp. Waliwis Kidul.

Bantuan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk para pekerja migran yang berada jauh dari tanah air.

“Kebaikan tidak selalu tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang keikhlasan dan kepedulian untuk berbagi".

Ananta/TiMS


Posting Komentar