HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

FPMI Banten Apresiasi Gerak Cepat P4MI Soetta Tangani Dugaan Pemerasan PMI


TANGERANG, INFOTERBIT — Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) Banten memberikan apresiasi kepada tim Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, atas kecepatan mereka dalam menindaklanjuti laporan dugaan pemerasan terhadap seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI).

PMI tersebut bernama Sunarmi, warga asal Semarang, Jawa Tengah. Ia dilaporkan menjadi sasaran dugaan pemerasan oleh oknum sopir taksi gelap bandara yang mengaku sebagai petugas BP2MI di kawasan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Berkat respons cepat pihak P4MI Soetta, kasus ini segera ditangani.

Ketua FPMI Banten, Marnan Sarbini, menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat yang diambil tim P4MI Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim P4MI Bandara Soekarno-Hatta yang sigap dan cepat menindaklanjuti laporan ini. Ini membuktikan bahwa kehadiran pos pelayanan di bandara sangat dibutuhkan untuk melindungi para pekerja migran dari hal-hal yang merugikan, termasuk praktik pungutan liar dan pemerasan," ujar Marnan Sarbini.

Ia juga mengimbau agar kejadian ini menjadi perhatian bersama.

"Kami berharap pengawasan terus diperketat di area keberangkatan maupun kedatangan. Para calon PMI seringkali dalam kondisi rentan dan mudah menjadi sasaran oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika warga atau keluarga PMI menemukan hal serupa, jangan ragu untuk segera melapor ke petugas resmi di lokasi," tambahnya.

FPMI Banten berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan transparan dan tuntas demi menjaga rasa aman para pekerja migran Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, Petugas P4MI Bandara Soetta, Budi Nurcahyo kepada Infoterbit.com menjelaskan, saat turun dari pesawat dan hendak melanjutkan perjalanan ke Semarang, korban Sunarmi mengaku dibawa keluar dari area bandara dan ditempatkan di sebuah penginapan. 

"Padahal Ibu Sunarmi telah memiliki tiket penerbangan lanjutan menuju Semarang," ujar Budi, Senin malam 26 Oktober 2026.

Korban mengaku dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp2 juga oleh oknum itu disertai ancaman tidak akan dikembalikan ke bandara apabila tidak memenuhi permintaan tersebut.

Menindaklanjuti laporan, petugas P4MI berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan petugas keamanan bandara (Avsec). 

Melalui kolaborasi dan pemeriksaan CCTV, satu orang terduga pelaku yang belakangan diketahui merupakan sopir taksi gelap berhasil diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. 

Sedangkan uang milik PMI yang sebelumnya diambil oknum itu berhasil dikembalikan secara utuh. 

"P4MI Bandara Soekarno-Hatta juga telah memberikan klarifikasi kepada keluarga bahwa para pelaku bukan merupakan petugas KP2MI/BP2MI," tambah Budi. 

Setelah seluruh proses penanganan, PMI Sunarmi melanjutkan perjalanan menuju daerah asalnya, Semarang.

Budi Nurcahyo mengimbau kepada para PMI agar selalu waspada di tempat umum. "Saat berada di bandara, selalu tanya informasi kepada petugas yang ada di bandara, baik dari P4MI Bandara Soetta, Avsec, maupun pihak kepolisian, agar tidak menjadi korban kejahatan," katanya. 

Saat ini, BP3MI Banten juga sudah memiliki meja informasi di Terminal 2F dan Lounge Pekerja Migran Indonesia di Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno Hatta. 

Ananta/TiMS


Posting Komentar