Respon 'Ular Sanca Ngamuk' di Kp. Bentengan, Camat Kronjo Koordinasi dengan Damkar dan Pemdes Pasilian
TANGERANG, INFOTERBIT - Camat Kronjo, Kabupaten Tangerang, M. Mumu Mukhlis merespon keluhan warga Kp. Bentengan, RT 006/03, Desa Pasilian terkait maraknya ular Sanca Kembang yang sudah berkali-kali masuk ke permukiman warga setempat.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Pemdes Pasilian untuk mengantisiasi hal itu.
"Selain membantu musibah kebakaran, Damkar punya kewenangan untuk mengevakuasi hewan liar yang membahayakan masyarakat seperti ular dan tawon. Nanti kita akan koordinasi," ujar Camat Mumu, Rabu 1 Juli 2026.
Dia menduga, sumber binatang melata itu berasal dari semak lahan kosong yang ada di lingkungan permukiman warga. "Karena itu, kami juga akan koordinasi dengan Pemdes Pasilian agar sama-sama gotong-royong membersihkan lahan itu," katanya.
Sebelumnya diberitakan, ular Sanca Kembang (Python reticulatus) yang cukup besar kembali masuk perkampungan warga di Kp. Bentengan, RT 006/03, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Ular itu terlihat dalam dua hari terakhir yakni Senin 29 Juni 2026 dan Selasa 30 Juni 2026. Bulan lalu, Mei, Hingga saat ini ada 5 ular Sanca Kembang yang meneror warga setempat. Empat diantaranya berhasil ditangkap, sedangkan satu ular meloloskan diri ke Sungai Cipasilian.
Ikmawati, warga Kampung Bentengan Desa Pasilian mengatakan, pada hari Senin 29 Juni 2026, ular Sanca Kembang yang masuk ke permukiman warga cukup besar. "Panjangnya sekitar 5 meter dengan berat kurang lebih 90 kilogram," ujarnya.
Namun binatang melata ini gagal ditangkap oleh warga karena secepat kilat meloloskan diri ke Sungai Cipasilian.
Hari berikutnya, pada Selasa 30 Juni 2026, ular dengan ukuran yang sama kembali masuk perkampungan. Kali ini berhasil ditangkap oleh warga.
Damin, warga setempat berharap, petugas Pemadam Kebakaran Kronjo segera turun tangan mengatasi masalah ini. Mengibgat teror ular ini terus-menerus terjadi.
"Setiap hari, warga selalu ketakutan, apalagi anak-anak kalau habis maghrib mengaji, takut terjadi sesuatu. Karena tidak jarang ular sanca itu melintang di tengah jalan," ungkapnya.
Menurutnya, sejak tahun 2022 sampai saat ini, sedikitnya sudah ada 29 ekor ular sanca kembang yang ditangkap warga.
Ananta/TiMS
