Pagobang Putra Andil Talok Bersama Media Infoterbit Motori Bedah Rumah Nenek Masru'ah
TANGERANG, INFOTERBIT - Viral kisah pilu Nenek Masru'ah di media Infoterbit.com menggugah hati para anggota Komunitas Paguyuban Ngopi Bareng (Pagobang) Putra Andil turun tangan.
Komunitas yang beralamat di Kampung Andil RT 004/01, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kab. Tangerang itu, memotori aksi sosial bedah rumah Nenek Masru'ah yang juga tinggal di wilayah Kp. Andil Desa Talok.
Ketua Pagobang Putra Andil, Tari mengatakan, pihaknya menggandeng media Infoterbit untuk merencanakan bedah rumah Nenek Masru'ah. "Konsepnya, rumah Nenek Masru'ah kita bedah bareng-bareng. Sejumlah donatur yang kami hubungi telah siap berartisipasi. InsyaAllah hari Minggu ini kita mulai," ujar Pengusaha Showroom motor ini.
Dia optimistis, aksi sosial bedah rumah ini berjalan dengan lancar karena banyak yang merasa simpati atas kisah pilu Nenek Masru'ah seperti yang ditulis oleh media Infoterbit.com dan videonya dipublikasikan melalui akun TikTok @Infoterbit.
Sementara, Founder/Pemimpin Redaksi Infoterbit.com, Ananta Putra, menyatakan siap berkolaborasi dengan Komunitas Pagobang Putra Andil untuk untuk mulai melakukan aksi bedah rumah ini.
"Beberapa pihak kolega sudah kita hubungi dan menyatakan siap bersama-sama merenovasi rumah Nenek Masru'ah. Diantaranya ada yang sudah siap mengirimkan material bangunan," ujarnya.
Di sisi lain juga sudah ada pihak-pihak yang akan mengirim bantuan logistik berupa sembako dan bahan pangan.
Diberitakan sebelumnya, kondisi rumah Nenek Masru'ah, warga Kp. Andil RT 004/01, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, cukup mengenaskan. Wanita berusia 83 tahun itu terpaksa tidur beratapkan langit karena sebagian besar atap rumahnya ambruk.
Dari pantauan Infoterbit.com, di bagian teras rumah, sebagian gentingnya sudah hilang, hanya menyisakan kerangka bambu. Di bagian dalam kondisinya lebih parah.
Atap rumahnya sudah ambruk dan gentingnya berserahan di ruangan itu bercampur dengan kotoran lainnya. Selain itu, kamar rumah itu juga tak luput dari kerusakan.
"Atap kamarnya ambruk, gentingnya pada jatuh. Dulu saya tempati, tapi sekarang saya pindah ke kamar lain, " ujar Nenek Masru'ah, Selasa 23 Juni 2026.
Tapi, kondisi kamar yang ditempati nenek yang tinggal sebatang kara ini juga tak kalah mengenaskan. Atapnya telah lapuk sehingga bahaya ambruk sewaktu-waktu bisa terjadi.
"Makanya saya sering was-was kalau tidur malam, apalagi kalau sedang hujan angin," ujarnya sedih.
Nenek Masru'ah tinggal seorang diri. Dua anaknya, satu orang telah meninggal dunia dan satu lagi merantau jauh, jarang pulang.
Sesekali, dia ditemani oleh cucunya Risma bersama suaminya. Namun sang cucu tidak setiap saat tinggal disitu karena kerap ikut suaminya di Kampung Bolang.
Untuk makan sehari-hari, Nenek Masru'ah hanya mengandalkan pemberian bantuan pemberian para tetangga dan saudara-saudaranya. "Saya sudah tua, tidak bisa kerja lagi, ya Alhamdulillah, masih ada orang-orang baik yang membawakan makanan, " ujarnya.
Nenek Masru'ah berharap, rumahnya dapat dibantu perbaikannya oleh Pemerintah. "Berkali-kali rumah saya difoto dan dimintai data, tapi sampai sekarang bantuan bedah rumah belum pernah terwujud, " ungkapnya.
Ananta/TiMS
