HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Minggu, Gabungan Komunitas Peduli Sosial Gelar Baksos ke Rumah Nenek Masru'ah di Desa Talok Kresek


TANGERANG, INFOTERBIT - Bantuan untuk Nenek Masru'ah, warga Kp. Andil RT 004/01, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mulai mengalir. Sejumlah komunitas peduli sosial akan menggelar bakti sosial (baksos) bersama pada Minggu 27 Juni 2026.

Founder/Pemimpin Redaksi Infoterbit.com, Ananta Putra, mengatakan, sejumlah komunitas yang akan bergabung dalam baksos diantaranya Paguyuban Ngopi Bareng (Pagobang) Putra Andil, Jaring Infoterbit, FPMI, Relawan Muda, Azaka Haromain, Hendra 13Nadi Studio Musik Depok, Adzkia Fishball, Komunitas Tebar, dan pegiat sosial perorangan seperti Ibu Indah Rusmiati dan Bapak Marnan Sarbini serta sejumlah elemen lainnya. 

"Alhamdulillah, banyak pihak yang menaruh simpati kepada Nenek Masru'ah setelah berita dan videonya viral melalui Infoterbit.com," ujar Ananta Putra. 

Nenek Masru'ah mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dia dan keluarganya. "Selama ini rumah saya sering difoto-foto dan divideokan lalu diminta data diri seperti KTP, tapi bedah rumah yang dijanjikan tak pernah terealisasi. Alhamdulillah, saat ini akan segera dilaksanakan," katanya. 

Ketua Komunitas Pagobang Putra Andil, Tari mengatakan, hari Minggu itu pihaknya bersama para anggota komunitas akan membersihkan rumah Nenek Masru'ah sebelum direnovasi. "Sekaligus kita akan mulai bedah rumah Nenek Masru'ah," ujarnya.

Pegiat Sosial Marnan Sarbini juga menyatakan senada. Pihaknya bersama para kolega siap membantu bedah rumah Nenek Masru'ah secara bersama. "Kami juga sudah mulai komunikasi dan menghimpun bantuan dari para kolega," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, viral kisah pilu Nenek Masru'ah di media Infoterbit.com menggugah hati para anggota Komunitas Paguyuban Ngopi Bareng (Pagobang) Putra Andil turun tangan. 

Komunitas yang beralamat di Kampung Andil RT 004/01, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kab. Tangerang itu, memotori aksi sosial bedah rumah Nenek Masru'ah yang juga tinggal di wilayah Kp. Andil Desa Talok. 

Ketua Pagobang Putra Andil, Tari mengatakan, pihaknya menggandeng media Infoterbit untuk merencanakan bedah rumah Nenek Masru'ah. "Konsepnya, rumah Nenek Masru'ah kita bedah bareng-bareng. Sejumlah donatur yang kami hubungi telah siap berartisipasi. InsyaAllah hari Minggu ini kita mulai," ujar Pengusaha Showroom motor ini. 

Dia optimistis, aksi sosial bedah rumah ini berjalan dengan lancar karena banyak yang merasa simpati atas kisah pilu Nenek Masru'ah seperti yang ditulis oleh media Infoterbit.com dan videonya dipublikasikan melalui akun TikTok @Infoterbit.

Sementara, Founder/Pemimpin Redaksi Infoterbit.com, Ananta Putra, menyatakan siap berkolaborasi dengan Komunitas Pagobang Putra Andil untuk untuk mulai melakukan aksi bedah rumah ini. 

"Beberapa pihak kolega sudah kita hubungi dan menyatakan siap bersama-sama merenovasi rumah Nenek Masru'ah. Diantaranya ada yang sudah siap mengirimkan material bangunan," ujarnya. 

Di sisi lain juga sudah ada pihak-pihak yang akan mengirim bantuan logistik berupa sembako dan bahan pangan.

Diberitakan sebelumnya, kondisi rumah Nenek Masru'ah, warga Kp. Andil RT 004/01, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, cukup mengenaskan. Wanita berusia 83 tahun itu terpaksa tidur beratapkan langit karena sebagian besar atap rumahnya ambruk. 

Dari pantauan Infoterbit.com, di bagian teras rumah, sebagian gentingnya sudah hilang, hanya menyisakan kerangka bambu. Di bagian dalam kondisinya lebih parah. 

Atap rumahnya sudah ambruk dan gentingnya berserahan di ruangan itu bercampur dengan kotoran lainnya. Selain itu, kamar rumah itu juga tak luput dari kerusakan. 

"Atap kamarnya ambruk, gentingnya pada jatuh. Dulu saya tempati, tapi sekarang saya pindah ke kamar lain, " ujar Nenek Masru'ah, Selasa 23 Juni 2026.

Tapi, kondisi kamar yang ditempati nenek yang tinggal sebatang kara ini juga tak kalah mengenaskan. Atapnya telah lapuk sehingga bahaya ambruk sewaktu-waktu bisa terjadi. 

"Makanya saya sering was-was kalau tidur malam, apalagi kalau sedang hujan angin," ujarnya sedih. 

Nenek Masru'ah tinggal seorang diri. Dua anaknya, satu orang telah meninggal dunia dan satu lagi merantau jauh, jarang pulang. 

Sesekali, dia ditemani oleh cucunya Risma bersama suaminya. Namun sang cucu tidak setiap saat tinggal disitu karena kerap ikut suaminya di Kampung Bolang. 

Untuk makan sehari-hari, Nenek Masru'ah hanya mengandalkan pemberian bantuan pemberian para tetangga dan saudara-saudaranya. "Saya sudah tua, tidak bisa kerja lagi, ya Alhamdulillah, masih ada orang-orang baik yang membawakan makanan, " ujarnya.

Nenek Masru'ah berharap, rumahnya dapat dibantu perbaikannya oleh Pemerintah. "Berkali-kali rumah saya difoto dan dimintai data, tapi sampai sekarang bantuan bedah rumah belum pernah terwujud, " ungkapnya. 


Ananta/TiMS


Posting Komentar