Infoterbit dan Para Pegiat Sosial akan Datangkan Guru ke Rumah Nisah, Bocah 10 Tahun asal Kronjo yang Tak Sekolah
TANGERANG, INFOTERBIT - Hingga saat ini, Siti Nisah, bocah berusia 10 tahun yang tidak bersekolah belum pernah mendapat penanganan pendidikan dari pemerintah setempat.
Nisah yang mengalami kelainan pertumbuhan sejak lahir baru mendapat penanganan kesehatannya saja, yakni melalui Puskesmas Kronjo dan RSUD Tobat Balaraja.
Atas hal itu, media Infoterbit bersama sejumlah pegiat sosial berencana mendatangkan guru ke rumah Nisah untuk mengajar.
Targetnya, meski Nisah tidak menempuh pendidikan formal di bangku sekolah, tapi bocah ini mendapat pendidikan dasar nonformal, bisa membaca, menulis dan berhitung.
Founder/Pimpinan Redaksi Infoterbit.com, Ananta Putra mengatakan, saat ini dirinya sudah berkomunikasi dengan orang tua Nisah yakni Ahmad Holid dan Samkah. Mereka menyambut gembira atas rencana ini dan bersyukur Nisah bisa belajar meski tidak sekolah formal.
Selanjutnya, Infoterbit juga sudah berkomunikasi dengan calon guru yang akan mengajar Nisah. "Alhamdulillah, kami juga sudah komunikasi dengan para pegiat sosial dan donatur dan mereka mendukung penuh pendidikan Nisah," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Siti Nisah. Bocah berusia 10 tahun ini tinggal di Kampung Kronjo Pontang, RT 005/02, Desa/Kec. Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Hingga usia 10 Tahun, Nisah belum pernah mengenyam pendidikan di sekolah. Dia sama sekali belum pernah duduk di bangku sekolah. Dia belum pernah merasakan indahnya bercanda dengan teman-teman sebayanya di sekolah.
Padahal, rumahnya di belakang sekolah. Sekolah itu, SDN 1 Kronjo, hanya berjarak 5 meter saja dari rumahnya. Antara rumah Nisah dengan sekolah hanya dibatasi tembok sekolah saja.
Bahkan, kedua orang tuanya, Ahmad Holid dan Samkah, sehari-hari juga berdagang jajanan di sekolah itu.
Tapi, Nisah sendiri justru belum pernah sekalipun mengunjungi sekolah itu. Sehari-hari Nisah hanya berdiam diri saja di rumah. Bercanda dengan dua adiknya.
Apa yang terjadi dengan Siti Nisah?
Putri pertama Holid-Samkah ini sejak lahir mengalami gangguan pertumbuhan badan. Hingga usianya menginjak 10 tahun, dia belum bisa berjalan. Untuk bergerak, Nisah harus menggunakan bangku kayu kecil yang dilapisi karet bekas ban agar tidak sakit saat diduduki.
Menurut keterangan Samkah, ibunya, sejak lahir, tanda-tanda gangguan pertumbuhan badan itu mulai nampak.
Meski tangan dan kakinya bisa digerakkan, namun sulit untuk diluruskan. "Jadi, sehari-hari, posisi tangan dan kaki Nisah menekuk, tidak bisa diluruskan," ujar Samkah bersama suaminya Ahmad Holid.
"Dia sebenarnya ingin sekali sekolah, tapi malu, takut diejek, jadinya ya sampai sekarang belum disekolahkan," ujar Samkah, Minggu 2 November 2025.
Meski anaknya tidak sekolah, tapi dia sebisa mungkin mengajarkan anaknya belajar membaca dan menulis.
"Sekarang dia sudah bisa menulis huruf-huruf, tangannya bisa memegang pulpen, tapi ya kesulitannya tangannya itu sulit diluruskan, katanya sakit," ungkap Samkah.
"Kadang, kalau sedang jualan di sekolah, saya suka iri lihat teman-teman seusia anak saya Nisah begitu ceria, berlari kesana-kemari. Sementara, anak saya sampai usia 10 tahun belum bisa berjalan dan belum sekolah," ujar sang ibu, Samkah sambil menahan air mata.
Samkah berharap, naknya mendapat pengobatan yang layak agar pertumbuhan anaknya normal, layaknya anak-anak seusianya.
Selain itu, Samkah juga berharap agar Nisah bisa mengenyam pendidikan.
"Sampai sekarang, Nisah ya begini saja, tidak sekolah dan tidak bisa bermain dengan teman-teman seusianya. Paling dia hanya berman dengan dua adiknya di rumah," ujar Samkah.
Tim Redaksi
