HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

‎FKDMI: Bupati dan DPRD Harus Turun Tangan Evaluasi Pelayanan Puskesmas Kronjo


‎TANGERANG - Forum Komunikasi Da'i Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten membahas serius soal keluhan warga terkait pelayanan Puskesmas Kronjo. Ketua FKDMI Banten, H. Abdul Mukti, M.Pd., mendesak agar Bupati Tangerang dan DPRD turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh atas layanan Puskesmas Kronjo.


‎"Pak Bupati Maesyal Rasyid dan DPRD harus turun, sudah banyak warga yang mengeluhkan pelayanan Puskesmas Kronjo, ini harus disikapi secara serius," ujar H. Abduk Mukti kepada Infoterbit.com, Kamis 11 September 2025.


‎Sebelumnya, Kepala Puskesmas Kronjo Kabupaten Tangerang, dr. Aruhpedi dan jajarannya mengadakan pertemuan silaturahmi dengan keluarga pasien Marnan Sarbini di puskesmas setempat, Selasa 9 September 2025.


‎Silaturahmi ini ditempuh untuk saling memberi klarifikasi atas persoalan yang sebelumnya terjadi terkait tudingan buruknya pelayanan Puskesmas Kronjo yang disampaikan aktifis kemanusiaan, Marnan Sarbini.


‎"Alhamdulillah, hari ini kita bisa ketemu Pak Marnan, kami jajaran Puskesmas Kronjo mohon maaf atas pelayanan yang mungkin kurang maksimal saat istri Bapak Marnan yakni Ibu Saniah berobat ke Puskesmas Kronjo," ujar dr. Aruhpedi.


‎Dia berjanji akan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Kejadian ini akan jadi bahan evaluasi pihaknya terhadap jajarannya agar ke depan dapat memberi pelayanan maksimal.


‎Sementara, Marnan Sarbini juga juga mnta maaf atas hal ini. "Sebagai manusia biasa, kami sekeluarga menerima permohonan maaf Kepala Puskesmas Kronjo dan sebaliknya kami juga mohon maaf. Kami berharap, pelayanan Puskesmas Kronjo ditingkatkan agar lebih maksimal," katanya.


‎Sebelumnya, Marnan menyoal pelayanan Puskesmas Kronjo saat dia membawa berobat istrinya, Ny. Saniah pada Sabtu malam 6 September 2025 sekira pukul 22.11 Wib, karena kondisinya lemas dan muntah-muntah.


‎Namun saat itu, dia menilai pelayanan yang diberikan tidak maksimal, bahkan istrinya hanya ditensi darah saja, tidak diberikan tindakan medis lain.


‎Atas hal ini, Kepala Puskesmss Kronjo, dr. Aruhpedi menjelaskan bahwa saat itu pihaknnya sudah memberi pelayanan semaksimal mungkin. Soal pasien hanya ditensi darah, sebab pasien sebelumnya sudah berobat dan dapat obat dari tempat itu sehingga tidak lagi diberikan obat.


‎Ketua FKDMI Provinsi Banten, H. Abdul Mukti minta agar Puskesmas Kronjo tidak hanya menyelesaikan soal layanan kesehatan ini kasus per kasus. "Tapi jadi bahan evaluasi Kepala Puskesmas agar evaluasi dilakukan terhadap jajarannya sehingga kasus seperti ini tidak terulang kembali," tegasnya.


‎Ananta/TiMS

Posting Komentar