HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pegiat Sosial Marnan: Aneh, Kades Klebet Baru Tahu Ada Warganya Tak Mampu Tapi Masuk Desil 5


TANGERANG, INFOTERBIT - Pegiat sosial Marnan Sarbini menyoroti pernyataan Jamarudin, Kades Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang yang mengaku baru mengetahui, warganga bernama Magfiroh tercatat dalam desil 5.

Padahal, wanita yang punya anak putus sekolah dan hidup dalam kondisi serba kekurangan ini, tinggal tak jauh dari rumah sang kades. 

“Lah, kok baru tahu warga masuk desil 5, sementara rumah Magfiroh tidak jauh dari tempat Pak Kades? Kondisinya seharusnya bisa diketahui sejak awal,” ujar Marnan, Jumat 21 Agustus 2026.

Seharusnya, ungkap Marnan, Kades Klebet tahi persis kondisi satu per satu warganya, tak perlu menunggu laporan dari Pendamping PKH.

“Jangan hanya terpaku pada data. Pemerintah desa, pendamping PKH, kecamatan dan Dinsos harus turun langsung melihat kondisi warga,” tegasnya.

Menurut Marnan, Magfiroh dan keluarganya jelas-jelas masih tinggal di bekas gubuk sarang walet. "Tapi, masa Kades Klebet baru tahu? Harusnya, Pemerintah Desa hadir sebelum warganya berteriak melalui pemberitaan,” ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Magfiroh, warga Kampung Benyawakan RT 005/006, Desa Klebet, tinggal bersama anak-anaknya di bangunan bekas sarang burung walet dalam kondisi yang memprihatinkan.

Tiga anak Magfiroh, satu diantaranya, yakni anak tertua terpaksa putus sekolah. Selain karena faktor biaya, ia juga menderita tumor mata dan sebelumnya telah menjalani operasi setahun yang lalu berkat bantuan seorang dermawan asal Jakarta. Senentara, dua anak Magfiroh yang lain masih bersekolah di SD dan PAUD. 

Magfiroh mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sembako maupun PKH secara rutin. Ia menyebut hanya pernah mendapatkan bantuan satu kali pada tahun 2025.

Yang membuat lebih ironis, dengan kondisinya ini, keluarga Magfiroh dalam data kesejahteraan sosial tercatat pada kategori Desil 5. Artinya, keluarga pas-pasan atau kelompok masyarakat pada posisi kesejahteraan ekonomi menengah ke bawah. 

Padahal, faktanya, kondisi Magfiroh jauh dibawah kategori pas-pasan, artinya dibawah garis kemiskinan. Status Magfiroh yang disebut berada pada desil 5 menjadi perhatian karena perlu dilihat kembali apakah data tersebut masih menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarganya saat ini.

Ananta/TiMS


Posting Komentar