HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Batu Tongtrong, Situs Megalitikum di Lereng Gunung Pulosari Pandeglang


PANDEGLANG, INFOTERBIT.COM - Kabupaten Pandeglang kaya peninggalan purbakala. Selain situs megalitikum Batu Ranjang, juga terdapat situs Batu Tongtrong.


Peninggalan purbakala ini terletak di Desa Batu Ranjang, Kec. Cipeucang, Kab. Pandeglang, 22 km dari Kota Pandeglang, atau di lereng selatan Gunung Pulosari.

Menurut Sekretaris Desa Batu Ranjang, Andre, oleh warga setempat, situs Batu Tongtrong biasa juga disebut batu kentongan. Hal ini karena sekilas wujudnya seperti kentongan.

"Kepercayaan masyarakat setempat, batu kentongan ini yang digunakan oleh Penghulu Aki Tirem untuk mengumpulkan masyarakat. Setelah berkumpul, Penghulu Aki Tirem meng-Islam-kan masyarakat setempat," kata Andre, Minggu (1/11/2020).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Juru Pelaksana Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestari Cagar Budaya Banten, Ayong.

Dari cerita turun-temurun, batu ini disebut juga batu kentongan. Fungsi sebenarnya dari batu ini tidak diketahui secara pasti karena sudah tidak berada lagi dalam konteks budaya masyarakat pendukungnya.

"Namun ada banyak kemungkinan dari fungsi ini, bisa sebagai peti kubur batu atau sebagai lambang kesuburan karena bentuknya menyerupai kemaluan wanita atau dalam golongannya termasuk Batu Yoni," ujarnya.

Batu Tongtrong terbuat dari batuan andesit dengan tinggi 42 cm dan lebar 32 cm. Hingga kini, Batu Tongtrong sama sekali belum ada literasinya.

Sejak tahun 2019, situs batu tersebut telah dipermanenkan oleh Pemkab Pandeglang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang.

Lokasinya berada di tengah permukiman kampung antara RT 005 dan 006 RW 03, Kp/Desa Batu Ranjang, Kec. Cipeucang, Kab. Pandeglang.

Letaknya bersebelahan dengan dua situs batu lainnya yakni Batu Orok dan Batu Lumpang.

Penulis/Editor: Ananta
Posting Komentar