Awal Musim Hujan Mundur: Banten Selatan November, Banten Utara Desember
![]() |
| Kondisi Tandon Sumur Karang Kronjo mengering. (Foto Infoterbit.com) |
SERANG, INFOTERBIT - Gubernur Banten Andra Soni menerima paparan dinamika iklim dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.
Dalam rapat koordinasi tersebut, BMKG menyampaikan bahwa awal musim hujan di sejumlah wilayah Banten diprakirakan mundur hingga sekitar satu bulan dari kondisi normal.
Berdasarkan analisis BMKG, wilayah Banten bagian selatan, seperti Lebak dan Pandeglang, diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November. Sementara itu, wilayah Banten bagian utara diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember.
Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang memperpanjang periode kemarau. Dampaknya perlu diantisipasi, mulai dari ketersediaan air bersih, pertanian, hingga risiko gangguan kesehatan seperti ISPA.
“Perlu diantisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan ini sejak dini,” ujar Andra Soni.
Pemprov Banten memperkuat koordinasi dengan BMKG dan pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Opsi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga disiapkan untuk membantu pengisian debit waduk, termasuk Bendungan Karian, apabila hasil kajian BMKG dan kondisi atmosfer memungkinkan.
Namun, kewaspadaan tidak berhenti ketika hujan mulai turun. Hujan berintensitas tinggi setelah periode kemarau panjang dapat meningkatkan risiko bencana. Tanah yang lama kering dan merekah berpotensi mengalami longsor, terutama di wilayah rawan.
Karena itu, BMKG bersama pemerintah daerah akan melakukan survei untuk memetakan kondisi faktual dan menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih dahulu.
Hms/Ananta/TiMS
