HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Polda Banten Pastikan Penemuan Jenazah di Mukomuko Bengkulu Tak Terkait Kapal Arupadatu I yang Hilang


SERANG, INFOTERBIT - Polda Banten menegaskan bahwa informasi penemuan jenazah di Pantai Asmara SP 10, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (24/09/2026) tidak memiliki keterkaitan dengan insiden hilang kontak KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda, Banten.

Identitas jenazah itu bernisial EP, pelajar kelas XI SMAN 5 Lubuk Pinang, warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.

Berdasarkan laporan Polres Mukomuko, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi dan penyebab kematian korban, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi serta pihak keluarga.

Seperti diketahui, kapal Arupadhatu 1 hilang kontak sejak Senin 7 September 2026. Selama 10 hari, Tim SAR melakukan pencarian, namun tak diketemukan. Hanya almarhum Surakman yang ditemukan oleh warga di Pulau Enggano Bengkulu yang berjarak 360 Km dari lokasi rombongan dinyatakan hilang yakni sekitar Selat Sunda. 


Sementara 7 orang lainnya yang belum ditemukan yakni: M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhistiro Pranoto (Jurnalis iNews), Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency) dan Donal Husni (Jurnalis lepas). Selain itu Warta (Kapten Kapal) dan Heriyanto (Pemandu Wisata). 

"Brdasarkan informasi dan koordinasi yang dilakukan, penemuan jenazah pelajar tersebut merupakan peristiwa yang berbeda dengan kasus hilang kontak KM Arupadatu I yang sebelumnya menjadi fokus operasi SAR gabungan di perairan Selat Sunda," kata Kabidhumas Polda Banten Kombes, Pol Maruli Ahiles Hutapea, Jumat 25 September 2026.

Ia menyatakan bahwa penemuan jenazah di Pantai Asmara, Kabupaten Mukomuko, utu seorang pelajar. Sehingga tidak berkaitan dengan kapal Arupadatu I. Sebab, penumpang kapal Arupadhatu tidak ada yang berstatus pelajar, melainkan rombongan jurnalis.

Maruli mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan setiap informasi mengenai penemuan jenazah di wilayah Bengkulu dengan korban KM Arupadatu I sebelum terdapat hasil identifikasi resmi dari tim yang berwenang. Sebelumnya, proses identifikasi korban KM Arupadatu I dilakukan melalui mekanisme Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Identifikasi korban terkait KM Arupadatu I dilakukan melalui prosedur resmi dan berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah. Setiap perkembangan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat diharapkan mengutamakan informasi dari sumber resmi," pungkas Maruli.

Ananta/TiMS


Posting Komentar