Kisah Duo Reporter Link Viber Cup 2026: Ely Coker & Sokam Vanbasten, Penghibur Tepi Lapangan yang Selalu Dinanti Penonton
TANGERANG, INFOTERBIT — Di tengah hingar-bingar pertandingan Link Viber Cup 2026 di Stadion Mini Pangeran Jaga Lautan, Kronjo, ada sepasang sosok yang tak kalah dicari kehadirannya oleh para penonton.
Mereka adalah Ely Coker dan Sokam Vanbasten — dua reporter lapangan yang selalu mewarnai setiap laga dengan gaya khas, ramah, dan penuh canda.
Sejak peluit awal hingga pertandingan berakhir, mulut mereka tak pernah berhenti berkomentar. Menyebut nama-nama pemain, mengikuti pergerakan bola, hingga menyampaikan informasi ke hadirin dengan lantang dan ceria.
Terkadang, jika pertandingan penuh ketegangan, mereka pun punya tugas tambahan, mendinginkan suasana.
"Wes... Wes... Wes, iki sapa iku sapa," begitulah biasanya Ely Coker mendinginkan suasana. Sontak tawa penonton pun bergemuruh. Ketegangan antarpemain jadi kendor.
Namun keistimewaan mereka bukan hanya di situ. Di sela-sela siaran, nama-nama tokoh masyarakat terus dipanggil.
"Salam untuk Bapak Kades... Salam untuk Bapak Bos... Salam untuk para pecinta bola yang hadir sore ini!"
Sejumlah nama Kades yang hadir disebut. Sejumlah nama-nama bos besar pecinta bola pun disebut. Setiap nama yang disebut, disambut senyum oleh si pemilik nama.
Tak jarang, orang yang disapa itu tergerak hatinya — saweran pun mengalir ke tangan mereka. Itulah salah satu keunikan yang membuat kehadiran Ely Coker dan Sokam Vanbasten selalu dinanti.
"Baru saja dua lembar kertas ajaib berwarna biru mendarat di meja siar kami," begitu biasanya Sokam menyebut orang yang mengiriminya saweran uang 50 ribuan dua lembar.
Di sela-sela keseriusan melaporkan jalannya laga, canda tak luput diselipkan.
Ely Coker dikenal dengan celetukannya yang khas dan kerap mengundang tawa penonton. Setiap kali ada pemain yang mendapat peluang emas namun gagal menjebol gawang, Coker akan berseru:
"Pegel... pegel... pegel..."
Seolah-olah kaki pemain itu yang terasa kaku, padahal yang terasa berat justru hati para penonton yang menanti gol. Kalimat pendek itu sederhana, tapi selalu berhasil membuat yang tadinya kecewa langsung tersenyum kembali.
Sementara itu, Sokam Vanbasten — yang dijuluki demikian karena gaya bicaranya lantang dan berapi-api layaknya legenda sepak bola Belanda — ikut mengimbangi dengan laporan yang hidup dan penuh semangat. Keduanya saling melengkapi: satu melucu, satu memanaskan suasana.
Bagi ribuan penonton yang hadir, Ely Coker dan Sokam Vanbasten bukan sekadar pelapor pertandingan. Mereka adalah bagian dari semangat Link Viber Cup itu sendiri. Kehadiran mereka menghubungkan lapangan dengan tribun, menghadirkan suasana akrab, hangat, dan penuh kegembiraan.
Selama turnamen ini berlangsung, suara mereka akan terus terdengar. Salam-salam akan terus teralun, saweran akan terus mengalir, dan seruan khas "Pegel... pegel... pegel..." akan tetap menjadi penghibur setia di setiap peluang yang gagal terkonversi menjadi gol.
Ananta Putra/TiMS


