UPTD PBATAP Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang: Pusat Pengembangan Budidaya Perikanan Andal
TANGERANG, INFOTERBIT — Unit Pelaksana Teknis Daerah Perikanan Budidaya Air Tawar dan Air Payau (UPTD PBATAP) adalah satuan kerja pelaksana teknis di bawah naungan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang.
Menempati lahan seluas Luas: 4.615 m2 di Kecamatan Sukamulya, UPTD PBATAP berperan sebagai garda terdepan dalam mendorong pertumbuhan, pengembangan, dan kemajuan sektor budidaya perikanan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan melalui pengembangan teknologi perikanan, edukasi dan pelatihan serta pemberdayaan.
Selain itu sebagai pusat produksi benih ikan berkualitas untuk mendukung keberlanjutan budidaya perikanan masyarakat dan menjaga kelestarian ketahanan pangan daerah.
Kepala Kepala UPTD PBATAP, Abdul Goni Sofian, S.Sos., M.Si., melalui Analis Benih, Mohamad Ikhsan Amin menjelaskan, UPTD PBATAP berfokus pada pengembangan budidaya ikan di lingkungan air tawar maupun air payau.
Unit ini berfungsi sebagai pusat pelayanan, pembinaan, uji coba, penyediaan benih berkualitas, serta penyuluhan bagi pembudidaya ikan masyarakat.
"Di unit ini kami melakukan penyediaan, pemeliharaan, dan pengelolaan induk serta benih ikan berkualitas unggul air tawar dan air payau," ujar Ikhsan, Rabu 16 September 2026.
Selain itu melaksanakan uji coba teknologi budidaya, diversifikasi jenis komoditas, dan inovasi sistem pemeliharaan yang efisien serta ramah lingkungan.
UPTD PBATAP juga memberikan pelayanan penyuluhan, pelatihan teknis, serta pendampingan langsung kepada kelompok pembudidaya ikan, masyarakat, dan pelaku usaha.
"Kami mengadakan program penyuluhan serta pelatihan praktis bagi masyarakat, pembudidaya ikan, santri, hingga pelajar melalui program seperti Diskan Hoes To School. Dibidang pemberdayaan, kami meningkatkan kapasitas dan minat aktif warga dalam mengelola usaha budidaya perikanan mandiri," katanya.
Selain itu membuka pelayanan distribusi benih bersertifikat, konsultasi teknis, bantuan perencanaan kolam, hingga pendampingan pengolahan pasca panen agar hasil budidaya tidak hanya melimpah, tetapi juga bernilai jual lebih tinggi dan berdaya saing.
"Kami juga mengelola sarana prasarana budidaya, menjaga mutu benih, pakan, serta kesehatan ikan agar bebas dari penyakit dan memenuhi standar keamanan pangan," jelas Ikhsan.
Pengembangan Ikan Air Tawar dan Ikan Hias
Saat ini, UPTD PBATAP mengembangkan berbagai jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi dan sesuai kondisi lingkungan setempat, antara lain: ikan nila, lele, gurame dan komoditas potensial lainnya.
Selain itu mengembangkan berbagai jenis ikan hias seperti molly, mas koki, dan komet. Seluruh ikan yang dikembangkan berasal dari indukan unggul dan bersertifikat.
Untuk mendukung operasional, UPTD PBATAP dilengkapi sarana dan prasarana modern. Diantaranya sekitar 55 kolam berbagai jenis.
Rinciannya; kolam indukan lele 6 kolam, indukan nila 8 kolam, dan indukan gurame 2 kolam. Kolam khusus ini untuk pemeliharaan ikan yang siap dipijahkan.
Berikutnya untuk pemijahan dan penetasan telur ikan terdapat 21 kolam dan pendederan 3 kolam.
"Kolam-kolam ini untuk area perkawinan ikan dan pembesaran larva hingga menjadi benih siap sebar," jelas Ikhsan. Selanjutnya terdapat 2 kolam tandon untuk cadangan air.
Selain kolam beton, UPTD PBATAP juga memiliki kolam bioflok D 2,5 meter 10 kolam dan bioflok 3 meter 4 kolam untuk pendederan benih.
Kemudian, puluhan akuarium juga disiapkan untuk menempatkan aneka ikan hias hasil budidaya.
Komoditas Unggulan Berbasis Teknologi
Untuk menunjang kinerja dan menghasilkan benih berbagai jenis ikan unggul dan berkualitas, UPTD PBATAP dilengkapi dengan berbagai fasilitas berbasis teknologi.
Diantaranya memiliki laboratorium mini untuk tempat pemeriksaan kualitas air dan deteksi penyakit ikan. Melalui lab ini, petugas secara berkala melakukan pemantauan dan pengelolaan kesehatan ikan agar benih yang dihasilkan bebas dari penyakit penyakit menular.
"UPTD PBATAP saat ini menjadi tempat uji coba dan penerapan teknologi baru di bidang pembenihan dan budidaya perikanan sebelum disosialisasikan ke masyarakat," kata Ikhsan.
Yang menarik, teknologi juga diterapkan dalam pemberian pakan melalui metode smart automatic feeder, yakni memberi pakan otomatis dengan alat bernama Venambak.
Alat ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan pemberian pakan ikan secara presisi dan terjadwal.
Pakan disebar merata 360 derajat, memutar ke segala arah dengan cakupan diameter sejauh 6-10 meter. Hal ini mencegah sisa pelet menumpuk di dasar kolam yang biasanya memicu pembusukan dan menghasilkan gas beracun seperti amonia.
Selanjutnya, untuk menekan biaya pakan/pelet yang cukup tinggi, UPTD PBATAP juga membeli paket mesin pembuat pelet dan berencana memproduksi pelet secara mandiri.
Adapun paket mesin yang telah disiapkan yakni mesin pengolah tepung pelet, mesin pengaduk bahan pakan/mixer, dan mesin pencetak pelet ikan.
"Sebelum pelet yang diproduksi dipacking, kami masukkan dulu ke mesin pengering atau oven sehingga pelet itu benar-benar kering dan tidak terjadi kelembaban yang dapat menyebabkan jamur," ujar Ikhsan.
Sementara, untuk wadah pakan ikan basah seperti cacing beku dan ikan rucah, pihaknya juga menyiapkan freezer untuk menyimpannya agar tetap segar dan tidak membusuk.
Selain itu, UPTD PBATAP juga telah memiliki gudang penyimpanan pakan yang cukup ideal dilengkapi dengan alat pembuang uap sehingga di dalam gudang tetap bersih, higienis dan tidak berbau.
UPTD PBATAP Ujung Tombak Diskan
Hadirnya UPTD PBATAP menjadi ujung tombak Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang sebagai pusat pengembangan budidaya perikanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, MT., mengatakan, keberadaan UPTD PBATAP memiliki peran strategis dalam mendukung sektor perikanan budidaya, khususnya bagi petani ikan yang membutuhkan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka.
“Diskan melalui UPTD PBATAP menargetkan menjadi penyedia benih ikan unggul yang berkualitas. Ketersediaan benih yang baik dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan hasil budidaya, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para petani ikan di Kabupaten Tangerang," ujar Rudi Hartono.
Selain berfungsi sebagai pusat produksi benih, instansi dibawah Diskan ini juga berperan dalam pengembangan teknologi budidaya perikanan berbasis potensi lokal.
Inovasi dan penerapan teknologi budidaya yang tepat akan membantu memperkuat sektor perikanan sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.
“Di sini kami menyediakan benih ikan unggul dan berkualitas supaya bisa meningkatkan pendapatan petani ikan. Pengembangan teknologi budidaya lokal juga mendukung ketahanan pangan,” kata mantan Kadisnaker ini.
Lebih lanjut, UPTD PBATAP juga memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat produksi benih, yakni menjadi sarana edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya perikanan secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu memfasilitasi kegiatan magang, PKL, mahasiswa/pelajar yang menaruh minat terhadap dunia perikanan.
"Disini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya yang baik, pemeliharaan ikan, hingga pengelolaan usaha perikanan yang produktif melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan di balai tersebut," ujar Kadis Perikanan.
Harapannya, hadirnya UPTD PBATAP menjadi jembatan penting antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui pembinaan berkelanjutan, unit ini bertekad menjadikan budidaya perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi masyarakat yang kuat, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan ikan segar, aman, dan terjangkau bagi warga Kabupaten Tangerang.
Ananta Putra






