HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

300 Personel Gabungan dan 11 Kapal Dikerahkan untuk Mencari 5 Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang di Sekitar Gunung Anak Krakatau


PANDEGLANG, INFOTERBIT - Sebanyak 300 personel gabungan dan 11 kapal dikerahkan untuk mencari lima jurnalis dan 2 awak kapal serta seorang pemandu wisata yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. 

Seperti diberitakan sebelumnya, lima jurnalis yang hilang kontak yakni; M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency) dan Donal Husni (jurnalis lepas).

Selain itu terdapat 3 awak kapal dan pemandu yakni Warta (Kapten Kapal), Surakman (Awak Kapal) dan Heriyanto (Pemandu Wisata). 

Rombongan tersebut bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik sekaligus meliput aktivitas erupsi.

Speedboat yang mereka tumpangi  berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Menurut penjelasan Bapak Kabasarnas, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi. Selain itu, lebih dari 300 personel terlibat, baik yang berada di lapangan maupun yang mendukung pelaksanaan operasi dari posko gabungan,” jelas Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki. 

Ke-11 kapal yang dikerahkan untuk mendukung pencarian, terdiri dari kapal KRI, kapal Kepolisian, kapal Basarnas serta kapal dari potensi SAR lainnya. Selain melalui jalur laut, pencarian juga dikembangkan lewat jalur udara. 

Operasi SAR gabungan ini melibatkan seluruh unsur terkait, baik Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah maupun potensi SAR lainnya. 

Kabasarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang hadir langsung memantau pelaksanaan operasi SAR gabungan bersama Gubernur Banten Andra Soni.

Lebih lanjut, Kapolda Banten menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut. 

“Bapak Kabasarnas juga menegaskan bahwa seluruh unsur terus bekerja sama dan mengumpulkan setiap informasi maupun data yang diperoleh dari lapangan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” ujarnya, Minggu 13 September 2026.

Namun demikian, seluruh kegiatan tetap dilaksanakan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel serta kondisi di lapangan.

“Operasi SAR harus tetap mengikuti ketentuan dan batasan keselamatan. Sebagaimana disampaikan Bapak Kabasarnas, pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ungkapnya.

Diakhir, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan imbauan Kabasarnas kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah maupun kementerian dan lembaga yang berwenang.

“Bapak Kabasarnas mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga yang berwenang. Ini penting untuk keselamatan masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau,” tutup Irjen Pol Hengki.

Ananta/TiMS

Posting Komentar