HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kemarau, Warga Kp. Soge Desa Talok Kresek Kesulitan Air Bersih, Mengadu Tidak Ditanggapi


TANGERANG, INFOTERBIT — Musim kemarau panjang membawa penderitaan nyata bagi warga Kampung Soge, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Salah satunya yang dirasakan Karsih, warga Kp. Soge Pasir RT 014/04, Desa Talok. 

Sudah berhari-hari, warga di sana kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur warga mengering, tanah retak, dan air untuk minum, mandi, serta mencuci menjadi barang yang paling sulit dicari. 

Padahal tak jauh dari rumah mereka, ada instalasi air bersih, namun ia tidak diizinkan mengambil air dari sana.

"Di dekat rumah ada SAB, tapi kami tidak boleh mengambilnya. Entah mengapa. Sementara sumur kami sendiri sudah kering sampai ke dasar," ujar Sugeng, keluarga Karsih dengan suara bergetar menahan sedih.

Sugeng sudah berusaha menyampaikan keluhan ini kepada Camat Kresek, Eka Fathussidki. Meski sempat direspon, namun bantuan air bersih tak kunjung sampai.

"Sudah berkali-kali kami kirim pesan, memohon bantuan air. Dikatakan akan dibantu, sampai sekarang tidak ada apa-apa. Janji tinggal janji. Camat seakan tidak tahu ada warganya yang kesulitan air bersih," keluhnya kepada Infoterbit.com, Rabu 12 Agustus 2026.

Karena tak tahan lagi menunggu dan kebutuhan air mendesak setiap hari, warga akhirnya mengambil keputusan berat. 

Tanpa bantuan apa pun dari pemerintah kecamatan, ia dan beberapa warga patungan dan berhutang uang untuk mengebor sumur sendiri. Harapannya sederhana: agar bisa minum, mandi, dan hidup layak seperti manusia.

"Kami terpaksa berhutang untuk mengebor air. Biayanya tidak sedikit, tapi mau bagaimana lagi? Menunggu bantuan tidak datang. Menunggu perhatian tidak ada. Lebih baik berat sendiri daripada menunggu yang tidak pasti," kata Karsih.

Kisah Karsih dan warga Kampung Soge bukan sekadar cerita tentang kekeringan. Ini adalah kisah tentang ketidakpedulian. Di saat air saja susah didapat, justru ada sumber air yang tak boleh diakses. Di saat warga memohon bantuan, pejabat yang seharusnya melayani justru menutup telinga.

"Kami hanya meminta hak dasar yakni air bersih. Sesuatu yang seharusnya dijamin oleh negara, namun di Kecamatan Kresek, warga harus berjuang sendiri, berhutang sendiri, dan menanggung beban sendiri. Kami tidak tahu harus mengadu ke mana lagi. Yang kami tahu, kami butuh air untuk hidup. Apakah itu terlalu berat untuk diminta?" ucap Sugeng dan Karsih di akhir percakapan, matanya berkaca-kaca.

Ananta/TiMS

Posting Komentar