Dijanjikan Kerja di Turki, TKW Nani Asal Mauk Diterbangkan ke Irak, Sehari Dipaksa Bersihkan 20 Rumah
TANGERANG, INFOTERBIT — Kisah pilu kembali menimpa warga Kabupaten Tangerang yang bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.
Nani Rohani, warga Kp. Buaran Armaya, RT 016/04, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, yang awalnya dijanjikan bekerja di negara Turki justru dibawa ke negara Irak di bawah tekanan dan ancaman.
Nurhayati, anak Nani Rohani mengatakan, ibunya jadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) /KW ilegal dengan bantuan sponsor bernama Sumiyati, warga Mauk.
"Ibu saya berangkat kerja ke luar negeri dengan harapan mengubah nasib. Sponsor bernama Sumiyati menjanjikan pekerjaan di Turki dengan perlakuan baik dan gaji layak. Tapi, ternyata ibu saya diterbangkan ke Irak," ujar Nurhayati kepada Infoterbit.com, Selasa 11 Agustus 2026.
Sesampai di Irak, dia langsung kerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Namun, selama kerja, Nani kerap mendapat perlakuan kasar dari majikan.
Tidak hanya itu. Ia dibebani pekerjaan berat tanpa jeda. Dalam sehari, wanita berusia 47 tahun ini setiap hari dipaksa untuk membersihkan 20 unit rumah majikannya. "Dan yang menyakitkan, selama bekerja tidak pernah menerima gaji sepeser pun," ungkap Nurhayati.
Mohon Bantuan Pemulangan
Nurhayani melalui video yang dikirim ke redaksi Infoterbit.com sangat berharap Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Gubernur Banten Andra Soni turun tangan membantu memfasilitasi pemulangan Nani Rohani ke tanah air.
"Kami mohon bantuan Bapak Bupati Tangeramg dan Bapak Gubernur Banten. Ibu saya diperdaya sponsor, dikirim ke tempat yang salah, tidak dibayar gaji, dan sekarang ditahan minta tebusan. Tolong bantu pulangkan Ibu saya," ungkap Nurhayati.
Ia juga mendesak sponsor bernama Sumiyati yang memberangkatkan Nani agar bertanggung jawab dan membantu pemulangan Nani dengan selamat.
Ananta/TiMS
