Forkopimda Cilegon Cek Warga Terdampak Ledakan Pabrik Kimia, Kunjungi Korban di RS Krakatau Medika
CILEGON, INFOTERBIT – Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon, dipimpin Walikota H. Robinsar mengecek kondisi warga yang terdampak ledakan pabrik kimia PT. Merak Chemical Indonesia (PT MCCI).
Walikota didampingi Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.IP., dan Wakapolres Cilegon KOMPOL Mochamad Ridzky Salatun, S.I.K.
Rombongan tiba di Kantor Kelurahan Gerem pukul 21.30 Wib, Senin 25 Mei 2026.
Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan keras disertai kepulan asap terjadi di Pabrik kimia PT MCCI. Peristiwa ini terjadi pada Senin 25 Mei 2026 sekira pukul 16.00 Wib di PTA-1 PT. MCII.
Lurah Gerem Hikmatul Ismat menyampaikan data sementara warga terdampak di tiga lingkungan: Link Pasir Salam 41 orang, Link Watulawang 80 orang, dan Link Gerem Kagungan 38 orang. Keluhan yang dialami berupa mata pedih, sesak napas, mual, dan pusing, namun tidak seluruhnya memerlukan perawatan.
Dalam pertemuan di Kelurahan Gerem, Walikota Cilegon H. Robinsar meminta ketua RT mendata warga terdampak dan berkoordinasi dengan pihak PT MCCI. Ia juga menginstruksikan agar warga yang masih merasakan keluhan segera dibawa ke puskesmas terdekat.
Sementara, Humas PT MCCI Dhimas Andriyan menyatakan perusahaan akan melakukan rehabilitasi kesehatan dan memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak. Waktu dan teknis pelaksanaan akan dikoordinasikan dengan pihak kelurahan.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Rumah Sakit Krakatau Medika.
Pukul 22.00 Wib, rombongan Forkopimda tiba di RS Krakatau Medika untuk menjenguk korban yang dirawat di ruang Edelwis dan IGD. Tiga orang yang masih mendapat perawatan yaitu; Agus Raharjo (karyawan PT MCCI), Dadi Agustiadi, (karyawan PT MCCI) dan Nurgina Sriwulan.
Wakapolres Cilegon KOMPOL Mochamad Ridzky Salatun, S.I.K.menegaskan bahwa Polri bersama Forkopimda akan terus memantau perkembangan penanganan korban dan memastikan langkah pemulihan berjalan sesuai prosedur.
Polres Cilegon mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petrugas di lapangan.
Sebelumnya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan kerja di PT. Merak Chemical Indonesia.
"Berdasarkan keterangan PT. MCCI Sdr. Arif Budiawan pada saat perusahaan sedang beroperasi normal, tiba-tiba terdengar suara cukup keras yang berasal dari area produksi, kemudian sistem Early Warning System menyala secara otomatis sehingga perusahaan segera memerintahkan seluruh karyawan untuk melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi keselamatan kerja," jelas Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea pada Selasa (26/5/2026).
Kombes Pol Maruli mengungkapkan bahwa dugaan sementara karena kebocoran pipa akibat presure suhu yang sangat tinggi.
"Kebocoran diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar dan memicu aktifnya sistem peringatan dini perusahaan. Selanjutnya pihak perusahaan segera melakukan langkah-langkah penanganan awal dengan menghentikan sementara aktivitas pada area terkait, melakukan pengecekan teknis terhadap instalasi pipa dan reaktor," ungkap Kabidhumas Polda Banten.
Polisi dari Polres Cilegon langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pemasangan garis Polisi, olah tempat kejadian perkara (TKP), dan pengambilan sampel.
Sedangkan Satuan Brimob Polda Banten juga melakukan sterilisasi guna memastikan tidak ada unsur radioaktif yang terlepas.
Sementara tim Puslabfor Bareskrim Polri mengambil sampel di lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Saat peristiwa terjadi, kepulan asap putih menyebar ke berbagai wilayah sekitar. "Namun sekira pukul 18.00 WIB, asap sudah tidak terlihat lagi. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap waspada," tutupnya.
Ananta/TiMS
