FPMI: TKW Kedaung Diduga Idap HIV dan Terlantar di Abu Dhabi, Camat Mekar Baru Harus Turun Tangan!
TANGERANG, INFOTERBIT - Ketua Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) Banten, Marnan Sarbini, mengunjungi rumah keluarga pekerja migran/TKW yang diduga mengidap penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus).
TKW itu berinisial SA, warga Desa Kedaung Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.
Menurut Marnan, dari hasil klarifikasi dengan keluarganya, SA diberangkatkan secara ilegal atau nonprosedural dengan menggunakan visa ziarah, bukan visa pekerja dan rencananya akan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga (ART).
"Hal ini menyulitkan, karena tidak masuk dalam database pekerja migran, baik di Disnaker Kabupaten Tangerang maupun di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran (KP2MI).
Terkait masalah ini, Marnan mendesak agar Camat Mekar Baru, Imam Bahlawi turun tangan dengan cepat. "SA kan warga Kecamatan Mekar Baru, harus segera turun tangan, jangan diam saja!" tegasnya.
Wilayah Mekar Baru, sejak dulu selalu didera persoalan TKW, mulai dari TKW yang meninggal asal Desa Klutuk maupun TKW yang meninggal akibat penganiayaan di Desa Mekar Baru. "Dulu, setiap ada persoalan TKW, Camat yang lama selalu turun tangan, baik di zaman Pak Miftah Shuritho maupun Pak Aan Ansori. Bahkan di zaman Pak Aan, ada sosialisasi pencegahan pekerja migran ilegal ke luar negeri ke desa-desa," ungkapnya.
Marnan berharap, Camat saat ini, Imam Bahlawi juga proaktif dan peduli terhadap para pekerja migran/TKW.
Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang telah menindaklanjuti kasus pekerja migran/TKW SA.
Kabid Perluasan dan Kesempatan Kerja Disnaker, Hj. Iis Kurniati mengatakan, pihaknya akan segera memproses masalah ini. Terkait hal tersebut, Tim Disnaker mengunjungi rumah keluarga TKW SA di Desa Kedaung, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.
Perwakilan Disnaker H. Gaos mengatakan, kunjungannya untuk menindaklanjuti pemberitaan media Infoterbit.com adanya TKW yang diduga mengidap HIV dan hingga kini belum dipulangkan ke Indonesia.
"Tadi kami minta keterangan dari pihak keluarga yakni orang tuanya dan memang benar anaknya berada di Abu Dhabi dalam kondisi sakit," ujar H. Gaos. Terkait hal tersebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten. Sedangkan untuk penyakit yang diidap, Disnaker akan berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan.
Ananta/TiMS
