Silaturahmi dengan Pembudidaya Nila di Tamiang Gunung Kaler, Kadis Perikanan Gagas Smart Fisheries Village
TANGERANG, INFOTERBIT - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tangerang sedang menggagas Kampung Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village (SFV). Melalui SFV, Diskan tidak hanya membina para pembudidaya ikan, tapi juga melahirkan para pengusaha kuliner berbahan ikan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, MT., saat bersilaturahmi dengan para pembudidaya ikan nila di Kp. Genggong, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Selasa 10 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Rudi dan jajaran juga mengunjungi seorang pembudidaya Nila yakni Santo yang kini sukses mengembangkan kolam bioflok.
Dia memberi apresiasi kepada Santo dan para pembudidaya ikan lainnya yang selama ini secara mandiri mengembangkan buidaya Nila di kampung itu. "Sudah ada 20 pembudiaya di sini dan ada puluhan jenis kolam Nila mulai dari pembibitan hingga pembesaran," kata mantan Kadisnaker ini.
Saat ini, kata Rudi, Diskan sedang menggagas Smart Fisheries Village alias kampung perikanan cerdas Nila di Desa Tamiang, Gunung Kaler. "Kita akan luncurkan inovasi Smart Fisheries Village, jadi produksi ikan nila pembudidaya di sini tak sekedar putus pada jual beli, tapi justru bisa berkelanjutkan menjadi olahan kuliner yang dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat. Ini akan meningkatkan nilai tambah pendapatan," katanya.
Jika gagasan ini terealisasi, Kampung Genggong Desa Tamiang akan menjadi Kampung Nila yang tak hanya menyiapkan bibit nila maupun pembesarannya, tapi juga sampai kulinernya. "Banyak olahan yang bisa dikembangkan dari ikan nila, seperti ikan bakar, siomay, otak-otak, seblak, bahkan saya lihat di Ciamis itu, asa es krim ikan nila, ini semua bisa dikembangkan di sini," katanya.
Tokoh masyarakat Desa Tamiang, H. Abdul Mukti, M.Pd., mendukung penuh gagasan program. Dia menilai, Smart Fisheries Village adalah program inovatif Dinas Perikanan yang tujuannya untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sebuah kampung/desa.
"Saya optimis, jika hal ini terwujud di Desa Tamiang, maka akan mendongkrak pendapatan warga, dan warga punya peluang usaha baru yang bisa dikembangkan sehingga dapat mengurangi pengangguran," kata H. Abdul Mukti.
Ananta/TiMS

