HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

2 Hari Ortu Siswa Komplain, Inilah Penampakan Menu MBG Seharga Rp8 ribu per Porsi di TK Negeri Pertiwi Kresek

Menu MBG di TK Negeri Pertiwi Kresek hari Rabu 4 Maret 2026 (foto kiri) dan menu MBG di TK Negeri Pertiwi hari Kamis 5 Maret 2026 (foto kanan).

TANGERANG, INFOTERBIT - Sejumlah orang tua siswa di TK Negeri Pertiwi, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menyoal menu makan bergizi gratis (MBG) di sekolah itu.


‎Dalam dua hari terakhir, Rabu 4 Maret 2026 dan Kamis 5 Maret 2026, menu yang disajikan dinilai tidak layak dan dianggap tidak sesuai harga bahan baku yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp8 ribu per porsi MBG.


‎"Rabu itu isinya cuma roti satu, bakso tahu satu, jeruk kecil-kecil dua bahkan ada yang dapat satu jeruk kecil dan keripil tempe kemasan kecil, kalau dijumlah prakiraan sekitar Rp6 ribu, tidak sampai Rp8 ribu," ujar salah satu orang tua siswa TK Negeri Pertiwi yang tidak mau disebut namanya.


‎Lalu hari berikutnya pun demikian. Isi MBG terdiri dari roti (1), telur rebus (1), jeruk (1) dan kacang dibungkus plastik kecil (1).


‎Di sisi lain, orang tua siswa juga protes karena pihak dapur SPPG yang mengirim makanan ke TK Negeri Pertiwi jarang menyajikan susu. "Jarang sekali dapat susu, paling cuma hari Jumat ada susu. Bagaimana bisa disebut makan gizi, menu susu aja jarang. Padahal di sekolah lain, tiap hari dapat susu," katanya.


‎Para orang tua siswa sebenarnya ingin menyampaikan keluhan ini langsung ke dapur SPPG yang mengelola makanan, namun mereka tidak tahu dimana lokasi dapur tersebut. "Kami tanya ke pihak sekolah, mereka juga mengaku tidak tahu," katanya.


‎Sementara, pihak Dapur SPPG yang mengolah makanan untuk siswa TK Negeri Pertiwi menyatakan terima kasih atas masukan yang disampaikan terkait menu MBG yang disajikan.


‎"Terima kasih atas masukannya pak, nanti saya coba sampaikan ke kepala dapur," ujar Syarif, pihak yang mengaku ikut membantu pengelolaan Dapur SPPG itu kepada Infoterbit.com, Jumat 6 Maret 2026 seraya menambahkan hal itu akan jadi bahan evaluasi.


‎Ananta/TiMS

Posting Komentar