HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Wabup Intan Minta Kader MKIA Mampu Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi yang Dilahirkan


TANGERANG, INFOTERBIT - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta seluruh Kader Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA) mampu menekan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkan.


Hal ini disampaikan Wabup Intan saat membuka acara Optimalisasi Kader Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA) se-Kabupaten Tangerang Dalam Penguatan Ketahanan dan Keluarga Untuk Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tahun 2026, di Warung Sunda Telaga Bestari, Jum'at (27/2/2026).


"Saya mohon kepada kader-kader MKIA ini dapat meningkatan derajat kesehatan ibu dan anak serta ketahanan keluarga," pinta Wabup Intan.


Menurutnya, Kader MKIA punya peran sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Untuk itu, seluruh kader MKIA dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas kader secara berkelanjutan.


"Kader MKIA tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping keluarga dalam membangun perilaku hidup sehat, melakukan deteksi dini risiko kesehatan ibu dan anak, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan fasilitas layanan kesehatan," ungkapnya.


Dia berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader MKIA terkait kesehatan ibu dan anak berbasis keluarga serta mampu mendorong keterlibatan keluarga dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu dan anak.


"Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kader MKIA yang hadir dari berbagai kecamatan. Semangat dan dedikasi Bapak dan Ibu sekalian merupakan kekuatan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," pungkasnya


Sementara itu, Ketua Forum Kesehatan Ibu dan Anak Kab. Tangerang, Atif mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menguatkan komitmen seluruh kader MKIA untuk meningkatkan kinerja dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkan.


"Kita hari ini tidak lagi berbicara tentang bagaimana mendampingi ibu hamil resiko tinggi tapi bagaimana kita mengoptimalkan kinerja mengerem angka kematian ibu dan bayi yang baru dilahirkan," ungkapnya


Ananta/TiMS


Posting Komentar