Rusak! Jalan Poros Belakang Kantor Camat Gunung Kaler Tangerang Mirip Kubangan Kerbau
TANGERANG, INFOTERBIT - Kondisi jalan poros belakang Kantor Camat Gunung Kaler, tepatnya di Desa Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, kondisinya kian memprihatinkan.
Jalan ini mengalami kerusakan cukup serius. Padahal, setiap harinya jadi akses vital bagi masyarakat tiga desa; Gunung Kaler, Cipaeh dan Rancagede. Selain itu, di lokasi jalan yang rusak juga terdapat sekolah SMK Negeri yang ramai lalu lalang siswa.
Selain jalan di belakang kantor Camat Gunung Kaler, kerusakan lain juga terlihat di Jalan Poros penghubung Desa Cipaeh-Desa Rancagede.
"Kedua jalan ini kondisinya benar-benar sulit dilalui, apalagi kalau hujan, mirip kubangan kerbau, kalau kita lewat mesti hati-hati agar tidak jatuh," kata Rian, seorang warga.
Warga khawatir jika kondisi ini tidak segera diperbaiki akan menghambat aktifitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan juga terancam.
Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek (PWGK) Kabupaten Tangerang juga prihatin atas rusaknya infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Jalan poros itu diketahui menghubungkan tiga desa, yakni Desa Gunung Kaler, Desa Cipaeh, dan Desa Rancagede.
"Kami telah menyampaikan langsung laporan terkait kerusakan jalan tersebut kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang," ujar Ketua PWGK Kabupaten Tangerang, Sibti Alex, Senin 23 Februari 2026.
Dia juga mengatakan, dari hasil konfirmasinya dengan pihak DBMSDA, diketahui bahwa tim dari instansi itu akan segera cek lokasi dan menindaklanjuti.
PWGK Kabupaten Tangerang pun menegaskan akan terus mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang agar tidak abai terhadap persoalan infrastruktur, khususnya jalan-jalan rusak di wilayah Dapil II.
Sibti menilai, dengan besarnya anggaran daerah, sudah seharusnya persoalan infrastruktur dasar seperti jalan tidak lagi menjadi keluhan berlarut-larut masyarakat.
"Kini warga hanya berharap janji tindak lanjut, tidak sekadar menjadi jawaban normatif, melainkan benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat Gunung Kaler," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Kaler, Cecep AS, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk. Menurutnya, kerusakan jalan sangat berdampak pada mobilitas warga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kami sangat berharap agar jalan yang terlihat rusak ini segera direalisasikan perbaikannya. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” ujar Cecep.
Diketahui sebelumnya pada Tahun Anggaran 2025, jalan tersebut memang telah dilakukan betonisasi. Namun pengerjaannya belum merata, sehingga saat ini kerusakan kembali terjadi di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari.
Terpisah, Kepala Desa Cipaeh, Saripudin, juga mendesak agar dinas terkait segera merealisasikan pembangunan lanjutan berupa betonisasi menyeluruh, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.
Ananta/TiMS

