Gerak Cepat! DBMSDA Mulai Perbaiki Jalan Poros Belakang Kantor Camat Gunung Kaler
TANGERANG, INFOTERBIT – Viral pemberitaan jalan mirip kubangan kerbau di belakang Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, mendapat perhatian cepat dari Pemkab Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).
Setelah melakukan survei lokasi pada Selasa (24/2/2026), hari ini, Rabu (25/2/2026), ruas jalan poros Cipaeh-Kampung Bolang, Desa Rancagede, mulai diperbaiki.
Dari pantauan Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek (PWGK), tim DBMSDA mulai melakukan pekerjaan pemadatam jalan dengan batu split. "Kami siap bergerak cepat menangani setiap titik ruas jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Kabid di DBMSDA, Ardi.
Menurutnya, langkah cepat ini menjadi bukti komitmen Pemkab Tangerang dalam merespons aspirasi masyarakat serta menjaga keselamatan pengguna jalan di wilayah Gunung Kaler.
Terpisah, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menyampaikan, semua laporan jalan rusak dan berlubang akan segera direspon. DBMSDA langsung turun melakukan survei dan akan segera melakukan perbaikan sementara.
"Untuk perbaikan total dilakukan secara bertahap. Saat ini kami juga menunggu proses lelang tender berjalan. Insyallah seluruh jalan rusak dan berlubang akan segera kami tangani. Pemerintah Kabupaten Tangerang hadir untuk memberikan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Gunung Kaler,” tegasnya, Rabu (25/2/2026).
Sebelumnya diberitakan, kondisi jalan poros belakang Kantor Camat Gunung Kaler, tepatnya di Desa Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, kian memprihatinkan.
Jalan ini mengalami kerusakan cukup serius. Padahal, setiap harinya jadi akses vital bagi masyarakat tiga desa; Gunung Kaler, Cipaeh dan Rancagede. Selain itu, di lokasi jalan yang rusak juga terdapat sekolah SMK Negeri yang ramai lalu lalang siswa.
Selain jalan di belakang kantor Camat Gunung Kaler, kerusakan lain juga terlihat di Jalan Poros penghubung Desa Cipaeh-Desa Rancagede.
"Kedua jalan ini kondisinya benar-benar sulit dilalui, apalagi kalau hujan, mirip kubangan kerbau, kalau kita lewat mesti hati-hati agar tidak jatuh," kata Rian, seorang warga.
Warga khawatir jika kondisi ini tidak segera diperbaiki akan menghambat aktifitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan juga terancam.
Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek (PWGK) Kabupaten Tangerang juga prihatin atas rusaknya infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Jalan poros itu diketahui menghubungkan tiga desa, yakni Desa Gunung Kaler, Desa Cipaeh, dan Desa Rancagede.
Sibti menilai, dengan besarnya anggaran daerah, sudah seharusnya persoalan infrastruktur dasar seperti jalan tidak lagi menjadi keluhan berlarut-larut masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Kaler, Cecep AS, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk. Menurutnya, kerusakan jalan sangat berdampak pada mobilitas warga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kami sangat berharap agar jalan yang terlihat rusak ini segera direalisasikan perbaikannya. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” ujar Cecep.
Diketahui sebelumnya pada Tahun Anggaran 2025, jalan tersebut memang telah dilakukan betonisasi. Namun pengerjaannya belum merata, sehingga saat ini kerusakan kembali terjadi di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari.
Terpisah, Kepala Desa Cipaeh, Saripudin, juga mendesak agar dinas terkait segera merealisasikan pembangunan lanjutan berupa betonisasi menyeluruh, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.
Ananta/TiMS
