Dua Cerita Pilu dari Keluarga TKW di Kecamatan Mekar Baru Tangerang

TKW Mursih (kiri) dan TKW Junariyah (kanan)
Oleh Ananta Putra
Founder InfoTerbit.com
Divisi Penyebarluasan Informasi KAWAN PMI Kab. Tangerang
Dalam sepekan terakhir, Redaksi InfoTerbit.com menerima 4 laporan dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau biasa disebut TKW (tenaga kerja wanita).
Dari empat laporan itu, dua diantaranya berasal dari Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang, yakni dari Desa Waliwis dan Desa Klutuk.
Mereka mengadukan anggota keluarganya yang menjadi TKW hilang kontak selama belasan tahun.
Di Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, seorang wanita yang berangkat kerja ke negara Suriah sejak tahun 2008 dilaporkan hilang kontak.
TKW itu bernama Mursih. Sewaktu berangkat, usia Mursih baru 14 tahun, masih dibawah umur. Waktu itu, Mursih putus sekolah dan sempat kerja di pencabutan bulu walet daerah Jakarta.
Namun tekadnya untuk merubah kehidupan membuatnya punya keinginan kerja di luar negeri.
Gayung bersambut. Sponsor (Penyalur) di daerahnya siap memberangkatkan. Keluarga sebenarnya sudah melarang Mursih mengingat umurnya baru 14 tahun, tapi wanita yang kini diperkirakan berusia 30 an tahun ini nekat.
Entah bagaimana cara Sponsor 'menyulap' umur Mursih, yang pasti pada tahun 2006 Mursih terbang ke Suriah. Kerja sebagai pembantu rumah tangga.
Waktu berjalan, Mursih masih rajin berkomunikasi. Hal ini juga dibenarkan Ma'mun ayahnya dan Mulkiah, adiknya. Bahkan, dia sempat satu kali mengirim uang ke keluarganya.
Nanun empat tahun berselang, tepatnya di 2012 menjadi tahun terakhir Mursih berkomunikasi dengan keluarga. Sebab, sejak itu, Mursih seolah menghilang. Tak pernah berkabar lagi dengan keluarganya.
Nomor telepon yang biasa dipakai Mursih menghubungi juga tidak lagi aktif.
Pada tahun 2022, pihak keluarga sempat men-share foto TKW Mursih melalui media sosial dengan harapan dia bisa ditemukan. Namun hal itu tidak membuahkan hasil.
Lantas, keluarga pun minta pertanggungjawaban Sponsor yang memberangkatkan. Tapi, si Sponsor juga kebingungan mencari keberadaan Mursih hingga sekarang.
Ironisnya, keluarga juga tidak memegang selembar pun dokumen Mursih, baik itu fotokopi paspor maupun visa. Bahkan foto Mursih yang dimiliki keluarga pun terbatas.
"Saya yakin, anak saya masih hidup. Saya berharap, Mursih bisa segera ditemukan dan segera pulang ke rumah," ujar Ma'mun ayahnya saat ditemui di rumahnya Desa Waliwis.
TKW Hilang Kontak dari Desa Klutuk
Kisah pilu juga dialami Junariyah, warga Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang. Wanita yang juga menjadi TKW di negara Suriyah ini hilang kontak dengan keluarganya sekitar 12 tahun.
Saat melapor ke InfoTerbit, Pardi, adik Junariyah, kakaknya itu berangkat ke Suriah sekitar tahun 2009.
Sama seperti Mursih, TKW asal Desa Waliwis, usia Junariyah saat itu juga masih dibawah umur. Baru 15 tahun.
Dalam tiga tahun pertama sejak keberangkatan, TKW Junariyah masih berkomunikasi dengan keluarga. Dia juga pernah satu kali mengirim uang ke orang tua sekitar Rp10 juta.
Namun, memasuki tahun keempat hingga sekarang, Junariyah tidak pernah menelpon maupun berkirim kabar. Nomor telepon yang biasa dipakai Junariyah untuk menghubungi juga tidak aktif lagi.
Pihak keluarga juga sudah berusaha mencari tahu keberadaan Junariyah kepada sponsor (penyalur) yang memberangkatkan. Namun sponsor yang rumahya tak jauh dari rumah keluarga Junariyah ini pun angkat tangan dengan alasan perusahaan yang memberangkatkan sudah tutup.
Keluarga juga memiliki keterbatasan dokumen Junariyah. Satu-satunya yang dimiliki hanyalah selembar foto. Sponsor pun tidak menyimpan dokumen fotokopi Paspor maupun data lainnya.
Kini, keluarga berharap TKW Junariyah bisa segera diketahui keberadaanya dan dapat dipulangkan ke Indonesia.
Kata Pardi, orang tua kaminya sering menanyakan kakaknya, Junariyah. "Kami sekeluarga kangen dan berharap Teteh Junariyah bisa segera ditemukan," ujarnya.
Catatan Ananta, Minggu 24 November 2024