Didampingi Sekdes Kresek, Camat H. Ace Kurniawan Tinjau Budidaya Maggot di Sukasari
TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Camat Kresek Kabupaten Tangerang, H. Ace Kurniawan bersama jajarannya meninjau budidaya maggot dan ternak ayam kampung di Kp. Sukasari RT 002/02, Desa Kresek, Rabu 10 Mei 2023.
Di lokasi, Camat Ace mengecek tempat pembudidayaan maggot dan pengelolaan sampah organik, termasuk ke ternak ayam kampung yang dikembangkan Bocas Farm dibawah pembinaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kresek.
"Saya sangat mendukung kegiatan masyarakat yang bernilai produktif seperti ini. Selain menjadi nilai tambah bagi masyarakat, hal ini juga untuk mendukung pengurangan volume sampah di wilayah kita," kata Camat Kresek.
Menurut H. Ace, saat ini Bupati Tangerang sedang gencar melaksanakan program KIPRAH (Kita Peduli Permasalahan Limbah dan Sampah). "Nah, budidaya maggot ini juga untuk mendukung KIPRAH. Sebab, sampah organik warga dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot," katanya.
Pihaknya juga berjanji akan menggelontorkan dukungan dana bagi pembudidaya maggot agar ke depan maju dan berkembang. "Apalagi, pengelolanya adalah para pemuda millenial. Selain mewujudkan kepedulian lingkungan, juga bisa menjadi salah satu nilai tambah ekonomi produktif masyarakat setempat," katanya.
Di tempat sama, Sekretaris Desa (Sekdes) Kresek, H. Samsul Bahrum berterima kasih atas dukungan dari Camat Kresek atas kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan warganya.
"Semua kegiatan yang kami lakukan, tujuannya untuk meningkatkan pembangunan, meningkatkan SDM masyarakat dan targetnya Kresek akan semakin maju dan tumbuh," ujar H. Samsul.
Wakil Ketua LPM Desa Kresek, Ahmad Fahmi mengatakan, budidaya maggot juga menjadi bagian dari solusi mengatasi masalah sampah. "Sampah-sampah organik buangan warga kami kumpulkan untuk budidaya maggot ini," ujarnya. Sebab, maggot mengonsumsi sampah sayuran dan buah.
Hasil panenan maggot ini, selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri sebagai pakan ternak ayam kampung, juga dijual sebagai pakan ikan dan sumber kompos atau pupuk organik utama yang tidak berbau. "Penggunaan magot bisa menekan penggunaan pakan dan pupuk berbahan kimia," ujarnya.
Ananta/TiMS