Kenalkan, Ulum dan Ahda; Dua Bersaudara Milenial yang Kreatif
NAMANYA M. Ihya Ulumuddin dan Ahda Zairoh. Keduanya kakak berdik. Ulum sang kakak, Ahda adalah adiknya. Usia keduanya belum ada 25 tahun.
Saya mengenal dua sosok milenial ini saat mereka membuka Taman Pelangi, wisata taman bunga di Kampung Jati Gede, Desa Cakung, Kec. Binuang, Kab. Serang beberapa bulan silam.
Di tangan keduanya, sebuah lahan yang gersang disulap menjadi taman bunga yang indah. Warna-warni bunga Celosia yang ditanam menyejukan mata siapapun yang memandang.
Taman ini pun akhirnya dibuka untuk umum. Sekali masuk, tiketnya murah. Tiga ribu rupiah untuk anak-anak dan lima ribu rupiah untuk dewasa.
Tak menunggu waktu lama, taman wisata yang tak terlalu luas ini pun viral. Pengunjung datang dari berbagai daerah. Ulum dan Ahda sukses menjalankan bisnis pertamanya!
Selang beberapa bulan, Ahda berkirim pesan WA kepada saya. Mengabarkan bahwa dia dan kakaknya baru saja membuka kembali destinasi wisata baru. Namanya; Celosia Garden Tangerang. Konsepnya sama dengan sebelumnya; menawarkan warna-warni bunga Celosia. Kali ini ditambah bunga matahari.
Begitu saya posting, taman bunga yang berlokasi di Kp. Renged Desa Renged Kec. Kresek, berada di pinggir Jalan Raya Kresek-Balaraja ini pun kembali viral.
Saya melihat, dua taman bunga itu lahir dari konsistensi dan kegigihan kakak-beradik itu untuk mewujudkan usaha mandiri. Menciptakan usaha sendiri, tanpa mau mencari pekerjaan. Tanpa mau bergantung pada orang lain.
Dengan modal yang kecil, mereka bisa mewujudkan mimpi besarnya menjadi pengusaha wisata. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kreatifitas yang mereka lakukan.
Buat saya, Ulum dan Ahda tak semata-mata bisnis untuk kepentingan pribadi. Lewat taman bunga, mereka secara tidak langsung ikut mendorong wisata desa, mengharumkan nama daerah, dan membahagiakan warga melalui konsep wisata murah.
Kini, daerah-daerah yang 'digarap' mulai jadi magnet bagi pelancong lokal dan luar daerah. Sungguh kreatif keduanya ini dan bisa menjadi contoh bagi pemuda di daerah lain.
Sore itu, saya berada di taman bunga milik Ulum dan Ahda. Saya menikmati semilir angin yang berhembus dari taman warna-warni itu. Di sekitar saya, pengunjung tampak sedang bergembira-ria ber-swafoto dengan latar belakang kebun bunga.
Di ujung pintu masuk, tampak Ahda dan Ulum sedang sibuk melayani pengunjung yang masuk. Ada kebahagiaan yang tampak pada keduanya. Ada kebahagiaan yang tampak di mata pengunjung. Saya pun ikut berbahagia menikmati tempat wisata yang asri ini.
Dalam hati, saya berharap; semoga kelak, makin banyak kaum milenial yang mampu menciptakan ide-ide kreatif, yang mampu memberi kebahagiaan banyak orang.
Ananta
(Catatan Kamis, 14 Nov 2019)
