HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Aneh, Pendamping PKH Desa Talok Malah Alihkan Data KPM Lansia dengan Alasan Uzur

Foto ilustrasi (infoterbit.com)

TANGERANG, INFOTERBIT.COM -Dengan alasan uzur, Tya, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Talok Kresek mengalihkan data seorang KPM (keluarga penerima manfaat), Ny. Rabiah. Data itu dialihkan ke anaknya, Ratna Sari.

Tapi ironisnya, pasca pengalihan data itu, baik Ny. Rabiah maupun anaknya Ratna Sari justru tidak lagi mendapat dana PKH.

Apalagi, pasca Ny. Rabiah meninggal dunia, Ratna Sari pun tetap tidak mendapat PKH. "Bahkan, bansos lain pun saya juga tidak mendapatkan. Karena dalam data nama saya dicantumkan sebagai penerima PKH sehingga jika ada bansos lain, saya tidak dapat. Padahal, saya sama sekali tidak pernah dapat dana PKH serupiah pun," ujar Ratna Sari, warga RT 11/003 Kp.  Pageuh Desa Talok Kec. Kresek Tangerang.

Sementara, Tya, Pendamping PKH Desa Talok Kresek mengakui penggantian data Ny. Rabiah dilakukan saat yang bersangkutan masih hidup. "Kenapa saya ganti pengurus karena melihat keadaan ibu Rabiah sudah uzur pada saat itu," katanya.

Dia menyebut, yang dilakukan itu cuma mengganti nama pengurus saja kepada ahli waris. Namun data yang masuk di kategori PKH-nya tetap lansia tersebut," katanya kepada InfoTerbit.com.

Tapi, dampak dari penggantian ini, justru baik Ny. Rabiah (semasa masih hidup) dan anaknya Ratna Sari justru tidak pernah mendapat dana PKH. Padahal, nama Ratna Sari selaku pengganti tercantum sebagai penerima PKH.

Hal itu, kata Ratna Sari dibuktikan saat dilakukan pendataan warga yang mendapat bansos dampak Covid-19. Namanya tidak bisa didata oleh RT setempat dengan alasan tercantum sebagai penerima PKH.

"Padahal, boro-boro dapat PKH. cuma datanya saja, dananya nggak pernah dapat. Hal ini sangat merugikan saya karena dampaknya saya nggak dapat bansos lain," paparnya didampingi kakaknya, Ranim dan suami Ratna, Amat Hariri.

Penulis/Editor: Ananta/*
Posting Komentar