Bikin Terenyuh, Siswi SMP di Kresek Dua Hari Tidak Makan Karena Ortunya Kesulitan Ekonomi
Jumat, November 22, 2019
Tangerang, InfoTerbit.com - Kisah Zahra Amelia Putri, siswi SMP N 1 Kresek Kabupaten Tangerang membuat terenyuh. Gadis 13 tahun itu perutnya tidak terisi makanan sama sekali selama dua hari. Hal ini terjadi karena orang tua (ortu)-nya kesulitan ekonomi.
Kisah pilu ini terungkap dari cerita kawan-kawan Zahra di sekolah. Suatu ketika, saat jam istirahat, siswi yang dikenal rajin ini tidak keluar kelas. Dia tetap duduk di bangkunya dengan wajah pucat.
Saat ditanya, terucaplah pengakuannya. "Zahra bilang, sudah dua hari ini tidak makan karena di rumahnya memang tidak ada makanan," ujar Nurhasanah, Wali Kelas Zahra di lelas VIII D.
Akhirnya, saat itu kawan-kawan kelasnya secara spontan mengumpulkan sumbangan. Disusul para guru SMPN 1 Kresek. "Sumbangan dalam bentuk uang dan makanan. Kami langsung mengantar ke rumah keluarga Zahra," tutur Nurhasanah bersama guru lainnya, Rangga Harjati.
Nani, Guru BP sekolah itu menambahkan, selama ini Zahra dikenal rajin ke sekolah. Meski orang tuanya kurang mampu, tapi semangatnya untuk belajar sangat tinggi. "Dia, naik sepeda ke sekolah. Jarak rumah ke sekolahnya sekitar 5 kilometer," kata Nani.
Sekretaris Komite SMPN 1 Kresek Syamsul Ulum prihatin dengan kondisi keluarga Ahmad. Pria yang akrab disapa Topan ini bertekad membantu agar pendidikan Zahra tidak terhambat dengan kondisi yang ada.
Zahra adalah anak kedua dari 3 bersaudara pasangan Ahmad Yani dan Sri Rezeki. Sejak sang ayah bercerai denhan ibunya tahun 2011, Zahra tinggal bersama ayahnya di Kp. Masigit Desa Cibetok Kecamatan Gunung Kaler Tangerang. Sedangkan kakaknya Deni Pangestu (20) dan adiknya Fathir Ardiansyah (10) tinggal bersama ibunya di Pasar Minggu Jakarta.
Ayah Zahra penyandang cacat dan sudah sejak tahun 2010 sakit-sakitan. Dia tidak bisa lagi bekerja. Bahkan, untuk berjalan pun harus memakai tongkat. Untuk biaya hidup sehari-hari, Ahmad hanya mengandalkan belas kasih dari para tetangga dan saudara-saudaranya.
Wartawan/Editor: Ananta
