TKW Pakuhaji Tangerang Terjebak di Irak Lewat Jalur Ilegal, Minta Bantuan Bupati Memulangkan
TANGERANG, INFOTERBIT — Nasib pilu menimpa Aan, warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Ia terjebak di Irak dalam kondisi sakit dan disiksa, setelah sebelumnya diberangkatkan melalui jalur nonprosedural dengan janji manis akan bekerja di Turki.
"Ibu saya sudah lama sakit dan tidak sanggup bekerja lagi, tolong bantuan Bapak Bupati Tangerang agar dapat dibantu pemulangannya," ujar Andri Sutiyawan, anak Ibu Aan kepada Infoterbit.com, Sabtu 10 Oktober 2026.
Pihaknya juga minta bantuan kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BP3MI Banten, serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang.
Seperti diketahuo, Aan, warga Pakuhaji diberangkatkan pada Agustus 2025. Semula dijanjikan akan diberangkatkan sebagai TKW ke Turki. Namun ia tak dibawa ke Turki, melainkan dipekerjakan di Irak — tanpa dokumen sah, tanpa perlindungan, dan tanpa perlakuan layak.
Andri Sutiyawan, anak Ibu Aan mengatakan, selama di Irak, ibunya sudah tujuh kali ganti majikan, dan yang sekarang pun ibu sudah kerja 24 hari, belum jelas apakah dikontrak atau tidak.
Penderitaan Ibu Aan bukan sekadar tak tentu nasib. Tubuhnya disiksa, haknya diinjak-injak. Setiap kali dikembalikan ke kantor penyalur, ia dikurung di kamar mandi selama dua hari tanpa diberi makan.
"Madam di kantor itu selalu main tangan kepada ibu saya," kata Andri Sutiyawan kepada Infoterbit.com, Rabu malam 26 Agustus 2026.
Kini Ibu Aan jatuh sakit dan minta dipulangkan ke Indonesia. Saat keluarga minta kepada pihak yang memberangkatkan, justru diminta membayar tebusan Rp75 juta untuk memulangkan ibunya.
Bahkan Ibu Aan mendapat ancaman: jika keluarga berani melapor atau bertanya, ia akan dipindahkan bekerja di rumah madam di Erbil selama dua tahun tanpa digaji sepeser pun.
"Diancam begitu, ibu saya tak berani bersuara. Takut semakin lama terperangkap. Diam disiksa, bicara diancam. Di mana tempat untuk berlindung?" keluh Andri Sutiyawan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi pihak sponsor belum berhasil. Infoterbit.com akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Ananta/TiMS
