Hingga Oktober 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan 4.700 Alat Tangkap untuk Nelayan
TANGERANG, INFOTERBIT — Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, MT., mengatakan, hingga Oktober 2026 ini, pihaknya sudah menyalurkan 4.700 unit alat tangkap ikan untuk para nelayan di kawasan pantai utara (pantura) Tangerang.
Alat tangkap yang disalurkan terdiri dari: jaring naga, bubu rajungan, jaring milenium, serta sejumlah sarana prasarana kapal penangkap ikan seperti pelampung pemberat, kompas, lampu navigasi, mesin 24 PK, dan Aki.
"Pada tahun 2025, kami telah menyalurkan bantuan 20 unit kapal penangkap ikan kepada kelompok nelayan dan tahyn 2026 sebanyak 9 unit," ujar Rudi Hartono, Jumat 16 Oktober 2026.
Menurut Kadiskan Rudi, Dibas Perikanan akan terus berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi dan mata pencaharian berkelanjutan serta memperkuat pemberdayaan para nelayan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
Selain memfasilitasi kebutuhan nelayan, ke depan, pihaknya juga mendorong pembentukan dan penguatan Kelompok Masyarakat Pengawas (Poklasar) bagi para keluarga nelayan dan pembudidaya ikan.
Keberadaan kelompok untuk penggerak kemandirian masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan dan pembudidaya ikan.
"Misalnya suaminya nelayan, istrinya bisa jadi anggota Poklasar yang nantinya dapat mengelola sumber daya laut di lingkungannya sendiri. Dengan demikian, pendapatan keluarga nelayan maupun pembudidaya akan meningkat, karena mereka tidak hanya menjual ikan tangkapan secara langsung, tapi juga lebih dulu diolah dan dikemas dalam berbagai jenis olahan," katanya.
Diskan saat ini juga telah memfasilitasi pelatihan pembuatan kuliner berbahan ikan serta memfasilitasi sertifikasi halal bagi poklasar yang telah memproduksi aneka kuliner.
Dengan sertifikasi halal, hasil laut kita bisa bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di tingkat regional maupun nasional. Ini nilai tambah yang sangat besar bagi perekonomian warga.
"Kami pastikan nelayan dan pembudidaya tidak hanya pandai menangkap ikan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, sekaligus memiliki akses pasar yang luas dan adil. Rantai ini harus utuh agar kesejahteraan nelayan benar-benar meningkat," tegasnya.
Rudi Hartono menegaskan, seluruh upaya ini dijalankan dengan satu tujuan: memastikan nelayan bukan sekadar bertahan hidup, melainkan tumbuh sejahtera, mandiri, dan memiliki mata pencaharian yang lestari bagi dirinya maupun generasi mendatang.
Ananta/TiMS
