Tak Pernah Minta Bayaran, Guru Ngaji Ustadz Satiri Terima Bantuan 13 Meja Lipat dan Al Quran dari Para Donatur
TANGERANG, INFOTERBIT - Kepedulian terhadap pendidikan agama dan masa depan generasi muda kembali diwujudkan oleh pegiat sosial Marnan Sarbini.
Sebanyak 13 meja lipat dan bantuan Al Quran disalurkan kepada Ustadz Satiri, guru ngaji yang dengan tulus membimbing belasan anak-anak di Kampung Waliwis Kidul, RT 002/004, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pengabdian Ustadz Satiri yang selama ini meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengajarkan mengaji kepada anak-anak dari keluarga sederhana di lingkungan sekitar.
Sebanyak 13 meja lipat merupakan bantuan dari H. Tatang dan Muhamad. Sementara itu, bantuan Al Quran berasal dari tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Arab Saudi.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi anak-anak saat mengikuti kegiatan mengaji sekaligus meningkatkan semangat mereka dalam mempelajari Al Quran.
Anak-anak pengajian pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur.
“Terima kasih kepada Bapak H. Tatang, Bapak Muhamad, dan ibu TKW yang bekerja di Arab Saudi. Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada kami,” ungkap anak-anak dengan penuh rasa syukur.
Seperti diketahui, Ustadz Satiri merupakan sosok sederhana yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Bersama istrinya yang merupakan mantan TKW Arab Saudi, ia menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan.
Di tengah kesibukannya mencari nafkah, Ustadz Satiri tetap meluangkan waktu untuk mengajarkan mengaji kepada belasan anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Selama ini, Ustadz Satiri tidak pernah meminta bayaran kepada anak-anak didiknya. Dengan penuh keikhlasan, ia terus membimbing mereka agar mampu membaca Al-Qur’an, memahami ilmu agama, serta tumbuh menjadi generasi muda yang berakhlak baik.
Kegiatan mengaji tersebut menjadi tempat belajar yang berarti bagi anak-anak dari keluarga sederhana di Kampung Waliwis Kidul.
Pegiat Sosial Marnan Sarbini mengatakan, pengabdian Ustadz Satiri merupakan contoh nyata bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui berbagai cara.
“Meluangkan waktu dan mengajarkan ilmu kepada anak-anak juga merupakan kebaikan yang sangat berharga,” ujar Marnan Sarbini.
Menurutnya, Ustadz Satiri merupakan sosok inspiratif. Di tengah kesibukannya sebagai petani dan kondisi keluarga yang sederhana, ia tetap peduli terhadap pendidikan agama anak-anak di lingkungan sekitar.
“Beliau mengajarkan mengaji dengan tulus agar generasi muda menjadi anak-anak yang cerdas, berakhlak, dan pandai membaca Al-Qur’an,” tambahnya.
Marnan Sarbini juga berharap ke depan semakin banyak donatur yang tergerak memberikan infak dan sedekah bulanan untuk guru ngaji Ustadz Satiri sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya.
“Semoga kelak ada donatur yang peduli dan berkenan memberikan infak atau sedekah bulanan untuk membantu Ustadz Satiri. Selama ini beliau tidak pernah meminta bayaran kepada anak-anak didiknya. Beliau mengabdikan waktu dan ilmunya dengan ikhlas demi mencerdaskan generasi muda,” ungkap Marnan Sarbini.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat menjadi gerakan bersama untuk mendukung para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri di tengah masyarakat, khususnya mereka yang mengajar anak-anak dari keluarga sederhana.
“Semoga kebaikan ini terus tumbuh dan menjadi amal jariyah bagi para donatur. Mari bersama-sama mendukung pendidikan agama anak-anak, karena masa depan generasi muda adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Marnan Sarbini yang juta pegiat Forum Peduli Masyarakat Indonesia (FPMI) ini.
Ananta/TiMS

