Penemuan Jenazah di Kali Teratai Bukan Bagian Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
![]() |
| Foto tangkapan layar video |
TANGERANG, INFOTERBIT - Polda Banten memastikan jenazah yang sebelumnya ditemukan mengapung di Kali Teratai, Kota Cilegon, pada Sabtu (12/9/2026) bukan bagian dari rombongan jurnalis maupun awak kapal yang hilang di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, jenazah yang ditemukan itu telah diidentifikasi dan dilakukan pencocokkan data yang telah dikumpulkan sebelumnya.
"Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah yang ditemukan di Kali Teratai diketahui bernama inisial EM. Berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan dari pihak keluarga, yang bersangkutan dipastikan bukan merupakan penumpang maupun bagian dari rombongan speed boat yang mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau," katanya.
Polisi juga telah mengkonfirmask pihak keluarga juga telah diakui bahwa EM merupakan bagian dari keluarga mereka.
"Pihak keluarga EM datang dan memberi keterangan kepada kami, sehingga dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari rombongan speed boat yang masih dalam proses pencarian," jelas Kabidhumas Polda Banten.
Dengan adanya hasil identifikasi tersebut, Kombes Pol Maruli mengimbau masyarakat maupun rekan-rekan media agar tidak mengaitkan temuan jenazah di Kali Teratai dengan rombongan speed boat yang hingga saat ini masih dalam pencarian.
"Polda Banten bersama tim SAR gabungan masih terus melaksanakan operasi pencarian terhadap rombongan speed boat yang mengalami lost contact. Kami mengimbau masyarakat dan rekan-rekan media untuk tetap mengacu pada informasi resmi," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima jurnalis yang hilang kontak yakni; M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency) dan Donal Husni (urnalis lepas).
Selain itu terdapat 3 awak kapal dan pemandu yakni Warta (Kapten Kapal), Surakman (Awak Kapal) dan Heriyanto (Pemandu Wisata).
Rombongan tersebut bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik sekaligus meliput aktivitas erupsi.
Speedboat yang mereka tumpangi berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Perjalanan yang dalam kondisi normal diperkirakan sekitar dua jam itu kemudian terputus komunikasi hingga saat ini.
Ananta/TiMS
