Tinggal di Gubuk Bekas Sarang Walet dan Punya Anak Putus Sekolah, Wanita Asal Klebet Kemiri Tak Pernah Dapat Bansos
TANGERANG, INFOTERBIT - Nasib pilu dialami Magfiroh, warga Kampung Biyawakan RT 005/006, Desa Klebet, Kecamatan Kemeri, Kabupaten Tangerang.
Ia bersama anak-anaknya tinggal di bangunan bekas sarang burung walet dalam kondisi yang memprihatinkan.
Tiga anak Magfiroh, satu diantaranya, yakni anak tertua terpaksa putus sekolah. Selain karena faktor biaya, ia juga menderita tumor mata dan sebelumnya telah menjalani operasi setahun yang lalu berkat bantuan seorang dermawan asal Jakarta. Senentara, dua anak Magfiroh yang lain masih bersekolah di SD dan PAUD.
Magfiroh mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sembako maupun PKH secara rutin. Ia menyebut hanya pernah mendapatkan bantuan satu kali pada tahun 2025.
Yang membuat lebih ironis, dengan kondisinya ini, keluarga Magfiroh dalam data kesejahteraan sosial tercatat pada kategori Desil 5. Artinya, keluarga pas-pasan atau kelompok masyarakat pada posisi kesejahteraan ekonomi menengah ke bawah.
Padahal, faktanya, kondisi Magfiroh jauh dibawah kategori pas-pasan, artinya dibawah garis kemiskinan. Status Magfiroh yang disebut berada pada desil 5 menjadi perhatian karena perlu dilihat kembali apakah data tersebut masih menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarganya saat ini.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dan mendorong pegiat sosial meminta pemerintah melakukan verifikasi langsung ke lapangan.
"Kami minta Pemerintah Desa Klebet dan Kecamatan Kemiri turun langsung melihat kondisi Magfiroh dan keluarganya," ujar Pegiat sosial Marnan Sarbini, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya melihat data administratif. Kondisi nyata masyarakat harus menjadi bahan verifikasi agar data kesejahteraan benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan.
“Jangan hanya melihat data di atas kertas. Datang langsung ke rumahnya, lihat kondisi tempat tinggal dan kehidupan keluarganya. Kalau memang ada ketidaksesuaian antara data dengan kondisi faktual, segera lakukan verifikasi dan pemutakhiran,” ujar Marnan.
Ia menilai kondisi Magfiroh perlu mendapat perhatian serius, terutama karena memiliki anak yang pernah menjalani operasi tumor mata dan beberapa anak lainnya masih membutuhkan biaya pendidikan.
Marnan juga meminta pemerintah memastikan Magfiroh memenuhi kriteria untuk mendapatkan PKH, bantuan pangan maupun program perlindungan sosial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau benar kondisinya seperti yang disampaikan, jangan sampai warga yang membutuhkan justru luput dari perhatian karena persoalan data. Pemdes dan kecamatan harus hadir dan memastikan kondisi masyarakatnya,” tegasnya.
Ditambahkan Marnan, persoalan tersebut sebaiknya tidak langsung menyalahkan sistem pendataan, tetapi harus dijawab dengan verifikasi lapangan dan pemutakhiran data apabila memang terdapat perubahan kondisi ekonomi keluarga.
“Yang paling penting sekarang adalah turun ke lapangan. Lihat kondisi sebenarnya, lakukan pendataan ulang dan pastikan keluarga yang memang membutuhkan tidak terlewat dari program pemerintah,” katanya.
Marnan berharap Pemerintah Desa Klebet dan Kecamatan Kemeri segera merespons kondisi tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Tangerang serta instansi terkait.
Ananta/TiMS
