Rumah Tamah, Nenek Asal Desa Pasilian Kronjo yang Meninggal Saat Usul Bedah Rumah Kini Mulai Dibangun
TANGERANG, INFOTERBIT – Kisah ini mengiris hati. Nenek Tamah (63 tahun), warga Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, berpulang ke Rahmatullah hanya selang beberapa hari setelah ia dengan harapan besar menyampaikan permohonan bantuan perbaikan rumah yang nyaris rubuh.
Kini, rumah yang ia impikan agar aman dan layak akhirnya mulai dibangun, namun sang pemilik tak lagi sempat merasakannya.
Permohonan itu awalnya terungkap lewat sebuah video yang diunggah akun TikTok media Infoterbit. Dalam rekaman itu, Nenek Tamah yang dalam kondisi sakit, didampingi anaknya, Anah.
Sudah sembilan tahun Nenek Tamah yang menderita sakit ginjal dan diabetes berbaring lemah di ruang tamu rumah reyotnya. Dengan suara lirih, ia mendoakan dan berharap ada pihak yang berkenan membantu memperbaiki tempat berteduhnya yang setiap hujan pasti banjir dan temboknya keropos.
Video itu menyebar luas, menyentuh hati banyak orang, hingga akhirnya usulan tersebut diserahkan dan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kecamatan Kronjo.
Camat Kronjo, M. Mumu Mukhlis dikabarkan langsung bergerak cepat memproses usulan tersebut untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah.
Namun takdir berkata lain. Tepat saat proses administrasi dan persiapan bantuan sedang berjalan, kabar duka datang menghampiri.
Nenek Tamah menghembuskan napas terakhir, meninggalkan suaminya, Bapak Harun, yang juga sudah renta dan sulit berjalan.
"Kami sangat terharu sekaligus sedih. Beliau baru saja menyampaikan harapannya, kami sudah bergerak cepat merespons, namun Allah lebih dulu memanggil beliau pulang," ujar Camat Kronjo, Mumu Mukhlis.
Kini, berkat respon cepat Camat Kronjo dan dukungan CSR PIK2 serta kepedulian berbagai pihak, pembangunan rumah itu akhirnya dimulai.
Material yang dibutuhkan untuk membedah rumah itu pun sudah mulai turun.
Meski Nenek Tamah tak sempat menikmatinya, rumah ini akan menjadi tempat tinggal yang layak bagi Bapak Harun, sumi almarhumah Nenek Tamah, sekaligus kenang-kenangan abadi bagi mendiang.
"Semoga rumah ini menjadi tempat istirahat yang tenang bagi Bapak Harun, dan menjadi bukti bahwa doa serta harapan Nenek Tamah sampai ke tujuan," tutur Camat Mumu.
Ananta/TiMS
