HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pembakaran Sampah Depan SD Al Irsyad Kresek Terus Berulang, Ratusan Siswa Terganggu Polusi Asap


TANGERANG, INFOTERBIT - Aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di depan SD Al Irsyad Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, terus berulang. 

Kondisi ini mengganggu kegiatan belajar mengajar karena asap yang mengepul tertiup angin dan masuk ke dalam lingkungan sekolah.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, dalam Rapat Forkopimda Kabupaten Tangerang telah menginstruksikan agar para Camat di wilayah masing-masing meningkatkan pengawasan terhadap aktifitas pembakaran sampah di lokasi pembuangan sampah liar. 

Sebab, selain asapnya menimbulkan polusi udara, juga mengganggu kesehatan masyaraka dan meningkatkan potensi kebakaran pada musim kemarau.

"Saya minta Camat terus melakukan monitoring, berikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan," tegas Wabup Intan. 

Sementara, Kepala SDIT Al Irsyad Kresek Sadani mengatakan, depan sekolah selama ini selalu menjadi tempat pembuangan sampah liar. 

Tumpukan sampah itu memanjang, bahkan kini mencapai depan gerbang sekolah. "Untuk sampah sampai pagi tadi ada yang membuang sampah dan membakar sampah didepan sekolah, Pak," ungkap Sadani kepada Infoterbit.com, Minggu 9 Agustus 2026.

Sementara, salah satu wali murid, Ratna mengatakan bahwa pembakaran sampah di lokasi berdekatan dengan sekolah seharusnya tidak boleh terjadi karena membahayakan kesehatan ratusan siswa.

Apalagi, lokasi pembuangan dan pembakaran sampah itu adalah jalur utama yang tidak hanya dilewati siswa setiap hari, tapi juga ramai lalu lalang warga.

"Seringkali, asapnya juga menganggu jarak pandang warga yang lewat dan tumpukan sampahnya menimbulkan bau tak sedap yang menusuk hidung," tutur Ratna. 

Dia minta agar instansi terkait turun tangan mengatasi masalah ini. "Kami memohon solusi yang permanen. Apalagi kan sudah ada instruksi dari Ibu Wakil Bupati kepada para Camat. Jangan sampai anak-anak kami jadi korban polusi di tempat yang seharusnya aman dan sehat untuk belajar," ujarnya.

Ananta/TiMS

Posting Komentar