HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kami Menanti Sesi Wawancara: Camat Eka Menjawab Infoterbit

Foto ilustrasi. 

Catatan Ananta Putra

Founder/Pemimpin Redaksi Infoterbit.com

Sejak awal menjabat Camat Kresek, Kabupaten Tangerang, 25 Juli 2025, sosok Eka Fathussidki tak pernah luput dari kritikan media Infoterbit.com.

Kritik itu mulai dari yang datar hingga yang keras: minta dievaluasi! 

Dua hal utama yang jadi fokus kritik Infoterbit yakni sampah dan rumah tidak layak huni. 

Dua hal ini pula yang membuat hubungan Camat Eka-Infoterbit mengalami pasang surut. 

Banyak apresiasi dan dukungan publikasi pembangunan yang diberitakan, tapi tak sedikit kritik yang gencar dilayangkan. 

Puncaknya terjadi pada program bedah rumah swadaya yang dilakukan Infoterbit dengan menggandeng Forum Peduli Masyarakat Indonesia (FPMI) dan Komunitas Paguyuban Ngopi Bareng (Pagobang). 

Rumah seorang warga, Nenek Masru'ah di Kampung Andil, Desa Talok dibedah. Bangunan yang tak layak huni dirubuhkan, diganti dengan yang baru. Dananya swadaya, patungan dari para dermawan, donatur dan pegiat sosial. 

Sampai dititik itu, Camat Eka tak melirik. Tak juga menghubungi tim inisiator untuk berkomunikasi. Dua kali ia datang menemui Nenek Masru'ah secara diam-diam. Membawa sembako dan memberi uang bantuan secara pribadi. 

Ditengah kegiatan bedah rumah swadaya, kritik Infoterbit lewat berita online dan video kepada Camat Eka tak pernah berhenti. 

Bahkan puncaknya Infoterbit mengambil sikap tegas dalam editorial redaksi "Catatan Ananta' yang ditulis oleh Founder/Pemimpin Redaksi Infoterbit, Ananta Putra. 

Sikap tegas itu intinya: Evaluasi jabatan Camat Kresek, Eka Fathussidki! 

Tapi kritik demi kritik yang ditulis Infoterbit bukan tanpa diskusi redaksi. Bukan pula mengandung misi menebar kebencian. Infoterbit mengkritisi kebijakan, bukan menyerang pribadi pejabat. 

Dan yang menarik, dibalik gencarnya kritik yang dilayangkan Infoterbit --setidaknya ada 27 berita kritikan sepanjang Juni-Agustus 2026--, tak ada satu pun yang diklarifikasi oleh Camat Eka. 

Semua seolah dianggap biasa. Adem. Meski kami mengetahui, di dalamnya sedang bergemuruh. 

Harus diakui, Camat Eka sosok pejabat yang matang. Melihat setiap hal dengan gestur tenang dan mimik 'dingin'. Ciri yang jarang dimiliki pejabat lain sekelas camat. 

Tapi dibalik sikap flat itu, bagi Infoterbit, Camat Eka punya nilai jual berita yang tinggi. 

Setiap berita tentang Camat Eka di Infoterbit, baik di online maupun video TikTok, selalu mengundang pembaca dan penonton yang jumlahnya tidak sedikit. TikTok Infoterbit tentang Camat Eka selalu ditonton puluhan ribu netizen. 

Berita online-nya pun begitu. Pembacanya selalu membeludak saat Infoterbit menulis Camat Eka.

Terlepas dari segala kontroversinya, Camat Eka adalah magnet. Bagi kami orang media, dia sangat layak jadi narasumber pilihan Infoterbit. Menambah pembaca, menambah pengikut. 

Catatan: Maaf, Infoterbit selama ini tidak pernah menurunkan berita dengan narasumber yang bernilai jual berita rendah. 

Dari berbagai dasar itu, maka redaksi punya ide, ingin mengajak Camat Eka wawancara dengan tim Infoterbit dalam sesi: "Camat Eka Menjawab Infoterbit."

Tentu banyak hal yang akan kami tanyakan, soal kebijakannya, soal kritik Infoterbit selama ini, soal hubungannya dengan berbagai elemen masyarakat, dan banyak soal lain, tapi yang utama yakni yang tak lepas dari tulisan Infoterbit: soal rumah tidak layak huni dan sampah. 

Jika kelak sesi "Camat Eka Menjawab Infoterbit" terealisasi, maka tulisan maupun video podcast ini pasti banyak mengundang perhatian. 

Ada yang memuji, terutama publik yang menginginkan 'perseteruan' Camat Eka-Infoterbit diakhiri. 

Tapi pasti banyak juga yang mencela, bahkan mungkin akan ada tudingan 'sudah 86' antara Camat Eka dengan Infoterbit. 

Tapi tak apa lah. Orang menilai apapun kan sah-sah saja. Semakin banyak dikomentari, baik atau buruk, rating juga bakal semakin naik. Rating Infoterbit, dan tentu saja rating Camat Eka. Itung-itung iklan gratis! 

Kami di Redaksi Infoterbit sekarang, sedang menunggu jawaban, apakah Camat Eka mau menerima tawaran kami diwawancarai untuk sesi "Camat Eka Menjawab Infoterbit".

Tanpa bermaksud memengaruhi, harusnya Camat Eka setuju. Ia harus mau menjelaskan berbagai hal di media yang selama ini paling gencar mengkritiknya: Infoterbit. 

Kami menunggu. 

Catatan Ananta, Senin 31 Agustus 2026.

Posting Komentar