HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Infoterbit Menuju 7 Tahun: Dari Sekadar Tulisan Menjadi Gerakan, Dari Sekadar Media Jadi Rumah Suara Warga

Foto: bedah rumah swadaya milik warga tak layak huni yang dilaksanakan Infoterbit.com bersama warga dan Komunitas Pahobang serta FPMI tanpa bantuan pemerintah. 


Catatan Ananta Putra

Founder/Pemimpin Redaksi Infoterbit.com

Tujuh tahun bukan waktu yang singkat. Selama itu pula, Infoterbit berdiri di garis depan — menyuarakan yang tak bersuara, membela yang terabaikan, dan bergerak nyata di tengah warga.

Dan dalam perjuangan itulah, kami memahami satu hal: semakin besar kebaikan yang kita lakukan, semakin kuat pula angin yang mencoba meniup kita agar jatuh.

Semakin Diserang

Karena kami membela warga yang tidak dapat bantuan sosial padahal berhak, kami dipertanyakan. 

Karena kami menyoroti rumah tak layak huni yang lama tak diperhatikan, kami dianggap mengganggu.

Karena kami membangun rumah warga secara swadaya ketika pihak berwenang diam saja, kami dianggap melampaui batas. 

Karena kami menyuarakan bahaya TKW ilegal dan mendampingi warga yang terlantar, kami dimusuhi oknum-oknum yang terlibat mafia perdagangan orang. 

Namun serangan-serangan itu justru membuktikan satu hal: keberadaan kami diperhitungkan. Suara kami didengar. Dan perjuangan kami membawa perubahan.

Semakin Besar

Setiap serangan yang datang tidak membuat kami menyerah, melainkan membuat kami semakin kuat.

Setiap teguran yang tidak beralasan justru menyadarkan kami betapa pentingnya kehadiran Infoterbit bagi warga.

Setiap kali ada yang ingin kami suarakan, justru semakin banyak warga yang datang mendukung, memberikan doa, menyumbangkan tenaga, dan berdiri bersama kami.

Dukungan warga inilah yang membuat kami tumbuh — dari sekadar tulisan, menjadi gerakan. Dari sekadar media, menjadi rumah bagi suara warga desa.

Kami tidak menjadi besar karena kami mencari kekuasaan. Kami menjadi besar karena warga yang mendukung kami. 

Kami tidak tumbuh karena kami kaya, kami tumbuh karena kami tulus. Setiap serangan yang datang kami anggap bukan untuk menjatuhkan kami, melainkan menempa kami menjadi lebih kuat, lebih teguh, dan lebih besar dari sebelumnya.

Justru kami berterima kasih kepada para penyerang, orang-orang yang selama ini selalu berusaha ingin membuat Infoterbit jatuh. Karena mereka lah, kita justru tumbuh semakin kuat. 

Menuju usia tujuh tahun, kami menyadari: serangan tidak akan berhenti selama masih ada kebenaran yang harus disuarakan.

Namun kami juga tahu: selama kami berpihak pada warga, selama kami tulus berbuat baik, dan selama Tuhan bersama kami — maka semakin mereka menyerang, semakin tumbuh besar Infoterbit.

Bukan untuk kebesaran kami. Melainkan untuk kebesaran suara warga yang kami perjuangkan.

Semakin diserang, semakin besar. Semakin ditekan, semakin tegak. Karena Infoterbit bukan milik kami — Infoterbit milik warga dan selalu bersama warga. 

Catatan Ananta Putra, Jumat 7 Agustus 2026.


Posting Komentar