HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Di Rumah Reyot Nyaris Rubuh, Pasutri Lansia di Kp. Karang Kobong Desa Sidoko Gunung Kaler Menanti Uluran Tangan Dermawan

Foto-Foto: Kmd. 

TANGERANG, INFOTERBIT – Jauh dari jalan utama, di sudut Kampung Karang Kobong, Desa Sidoko, Kecamatam Gunung Kaler, Kabupaten Tangersng, berdiri sebuah bangunan yang nyaris tak sanggup lagi menahan tiupan angin. 

Di sanalah pasangan lansia Kakek Johar (72) dan Nenek Rokayah (62) menghabiskan sisa usia mereka, menua berdua di rumah reyot yang setiap saat mengancam keselamatan nyawa.

Dinding rumah itu terbuat dari papan kayu dan bilah bambu yang sudah lapuk, bolong-bolong dimakan rayap, dan warnanya menghitam lembap. 

Kayu-kayu penyangga atap pun sudah keropos, sementara genteng banyak yang pecah dan hilang. Saat hujan turun, tak ada sudut yang kering; saat angin kencang berhembus, mereka hanya bisa berdoa sambil meringkuk di sudut yang dianggap paling aman.

"Kami sudah tak sanggup lagi bekerja. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja dibantu anak," ujar Kakek Johar, Sabtu 1 Agustus 2026.


Dengan suara pelan, mata Kakek Johar menatap sedih ke arah dinding yang goyang. "Selama bertahun-tahun kami berharap bisa memperbaiki tempat berteduh ini. Tapi tak pernah punya uang untuk itu," ungkapnya. 

Tetangganya, Abas, mengatakan bahwa rumah Kakek Johar sudah berkali-kali didatangi dan didata oleh pegawai pemerintah. Namun hingga kni tidak pernah ada realisasi bantuan untuk program bedah rumah. 

Kini harapan Kakek Johar dan Nenek Rokayah cuma satu; rumahnya mendapar bantuan perbaikan agar layak huni. "Agar kami bisa tidur tenang tanpa rasa takut rumah rubuh menimpa kami," ungkap Kakek Johar

Pasangan tua ini hanya bisa menatap langit dan berharap ada dermawan, pihak berwenang, atau siapa saja yang tergerak hatinya untuk membantu merenovasi hunian mereka.

Ananta/TiMS


Posting Komentar