Bupati Maesyal: Kresek, Kronjo dan 10 Kecamatan Lain Masuk Kategori Waspada Kekeringan
![]() |
| Tandon Sumur Karang Kronjo mengering hingga terlihat dasar tandon. (Foto Infoterbit.com) |
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, ada 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang yang masul kategori waspada kekeringan karena minimnya curah hujan.
Ke-12 kecamatan tersebut di antaranya: Balaraja, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, dan Teluknaga.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (6/8/2026).
"Saya minta seluruh camat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang berpotensi karena minim curah hujan," ujar Bupati Maesyal.
Wilayah tersebut, khususnya bagian utara Kabupaten Tangerang, ditandai dengan warna coklat pada peta prakiraan curah hujan BMKG yang menunjukkan potensi minim hujan hingga akhir Oktober 2026.
Lanjut dia, BMKG juga mencatat sejak 17 Juni hingga 2 Agustus 2026 atau selama 46 hari, sebagian wilayah tersebut tidak mengalami hujan.
Sementara puncak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG juga akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kekeringan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Maesyal meminta seluruh camat segera mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul, mulai dari kekurangan air bersih, meningkatnya debu, hingga potensi keretakan tanah yang dapat memicu bencana saat hujan kembali turun.
"Khusus penanganan kekurangan air bersih, saya minta segera disiapkan Surat Keputusan Bupati tentang penanganan dampak El Nino. BPBD menjadi koordinator penanganan di lapangan dan berkoordinasi dengan PDAM, Pertamina maupun instansi terkait lainnya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik," pintanya.
Ia juga meminta seluruh camat segera melaporkan kondisi di wilayah masing-masing kepada BPBD apabila terjadi kekurangan pasokan air bersih agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
"Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, perangkat kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan ini diharapkan Kabupaten Tangerang tetap aman, kondusif, serta mampu menghadapi dampak musim kemarau secara optimal," tandasnya
Ananta/TiMS
