HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tandon Air Sumur Karang Kronjo Mengering; Warga Senang Panen Ikan Tapi Petani Menjerit Kesulitan Air

TANGERANG, INFOTERBIT – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang membuat penampungan air strategis Tandon Sumur Karang di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, kini mengering hingga terlihat dasar tanahnya. 

Kondisi ini menjadi momen langka sekaligus mengingatkan warga pada kondisi serupa yang terakhir kali terjadi sekitar Oktober 2024 silam, di mana debit air juga menyusut drastis hingga banyak ikan mati terpapar lumpur.

Di satu sisi, warga umum senang karena setiap sore mereka bisa memanen berbagai jenis ikan dari dasar tandon air Sumur Karang. Disisi lain, petani yang mengandalkan air dari tandon ini mulai cemas. Mereka khawatir gagal panen akibat kesulitan air. 

Warga setempat, Jaka mengatakan, setiap hari, warga berbondong-bondong turun ke tandon menangkap sisa ikan yang tertinggal. Antara lain; ikan mujahir, lele, gabus, sepat, betok dan udang. 
 
"Saya sudah 15 tahun tinggal di sini, baru kali ini melihat dasar tandon terbuka sepenuhnya," ujar Jaka, Rabu 22 Juli 2026.

Warga lain yang juga petani, Imam mengatakan, dirinya senang dapat ikan untuk lauk, tapi sekaligus khawatir. "Kalau tandon ini kering terus, sawah kami yang mengandalkan air dari sini terancam gagal panen. Kami berharap pemerintah segera cari solusi agar cadangan air aman kembali," ujarnya. 

Seperti diketahui, Tandon Air Sumur Karang merupakan tandon air satu-satunya di Kecamatan Kronjo. Diresmikan penggunaannya pada tahun 2011 dengan biaya pembangunan mencapai Rp11,47 miliar. 

Tandon ini berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektar dengan luas tampung efektif 4,5 hektar. 
 
Selama lebih dari satu dekade, tandon ini menjadi andalan utama: menjamin ketersediaan air irigasi bagi sekitar 60 hektar sawah warga agar tidak puso saat kemarau, sekaligus menjadi tempat wisata alternatif warga.

Dalam catatan Infoterbit.com, 
Sebelum kondisi kering total seperti saat ini, penyusutan air paling parah terjadi pada Oktober 2024, saat itu permukaan air turun jauh meninggalkan genangan dangkal. 

dan warga juga sempat menemukan banyak ikan yang mati terpanggang panas di lumpur. 

Ananta/TiMS

Posting Komentar