Satgas PPA Kronjo Tangerang Lakukan Pendampingan Balita Tersiram Air Panas oleh Tetangga
TANGERANG, INFOTERBIT - Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) bersama PPA Kronjo melakukan pendampingan terhadap anak balita yang mengalami luka bakar serius akibat tersiram air panas.
Air panas yang menyiram balita berinisial A itu berasal dari air panas bekas rebusan mie yang dibuang oleh tetangganya sendiri, yang diketahui bekerja sebagai pedagang mie.
Satgas PPA Kronjo, Hj. Nurchayati kepada Infoterbit.com mengatakan, pihaknya sudah turun tangan dengan datang ke RSUD Tobat Balaraja dimana balita A dirawat untuk melakukan pendampingan serta memantau kondisi korban.
"Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Hal ini seharusnya bisa dihindari jika ada kehati-hatian dan kesadaran menjaga keamanan lingkungan sekitar," ujarnya, Minggu 5 Juli 2026.
Saat ini pihak Satgas PPA sedang memantau perkembangan kondisi korban dan akan mendampingi keluarga dalam proses penanganan selanjutnya.
Hj. Nur mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama yang berhubungan dengan benda berbahaya atau panas, demi keselamatan anak-anak di sekitar kita.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika pedagang mie tersebut membuang air sisa rebusan yang masih sangat panas tanpa memeriksa keadaan sekitar, tanpa sengaja menyiramkan ke arah balita yang sedang bermain di dekatnya.
Kini balita A mengalami luka bakar serius di bagian kepala setelah tersiram air panas dan sudah dilakukan operasi mengangkat kulit.
Saat ini sedang menjalani perawatan dan masih harus berjuang melawan rasa sakit dengan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kondisinya terlihat sangat mengenaskan, ia terus-menerus menangis tersedu-sedu tak sanggup menahan perih hebat di area kepala yang terkena cipratan air mendidih.
Keluarga balita A, H. Abduatip sebelumnya mengatakan, peristiwa terjadi saat seorang warga membuang air panas lalu mengenai balita itu. "Saya kira ini faktor kecerobohan ya, kenapa saat membuang air panas tidak lihat-lihat disitu ada anak kecil," ujarnya.
Saat ini, kata H. Abdulatip, pihak keluarga balita A masih fokus terhadap penyembuhan A dan belum mengarah pada proses tindak lanjut dari peristiwa itu. "Kita belum memutuskan untuk menempuh jalur hukum karena masih fokus pada penyembuhan A," katanya.
Sementara, Camat Kronjo, M. Mumu Mukhlis mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan peristiwa itu dan sudah berkoordinasi dengan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kronjo. "Satgas PPA sudah melakukan pendampingan kepada korban," ujarnya
Ananta/TiMS
