Nenek Ruwiyah Asal Desa Onyam Gunung Kaler; Tinggal Sebatang Kara, Berharap Bantuan untuk Operasi Katarak
TANGERANG, INFOTERBIT - Usia tak lagi muda membuat Nenek Ruwiyah (85) harus menanggung derita sekaligus kesendirian.
Warga Kp. Onyam RT 001/01 Desa Onyam, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang ini kini hidup sebatang kara, tanpa ada pasangan maupun anak yang merawatnya.
Lahir pada tahun 1941, Nenek Ruwiyah sudah ditinggal pergi suaminya bertahun-tahun silam. Pernikahan mereka pun tak dikaruniai keturunan, sehingga kini ia menjalani hari-hari seorang diri di rumah sederhananya. Kondisi kesehatannya pun semakin menurun, terutama penglihatannya yang kini semakin kabur akibat katarak.
"Sekarang melihat saja sudah tidak jelas, seperti ada kabut menutupi mata. Jalan pun harus hati-hati, takut terantuk atau jatuh," ujar Nenek Ruwiyah dengan suara lirih saat ditemui di rumahnya, Minggu 5 Juli 2026.
Karena kondisinya yang sudah renta dan penglihatan yang terganggu, Nenek Ruwiyah tak lagi bisa bekerja untuk mencari nafkah. Ia tak memiliki penghasilan tetap sehari-hari.
Menurut Oji tetangganya, kebutuhan pangan dan makan sehari-hari pun sepenuhnya bergantung pada bantuan kerabat dan keluarga terdekat yang sesekali datang menjenguk.
Kondisi matanya yang semakin parah ternyata membutuhkan penanganan medis segera, yaitu operasi katarak.
Namun keterbatasan biaya membuatnya hanya bisa memendam harapan dalam hati. Ia tak memiliki dana untuk berobat ke rumah sakit apalagi untuk biaya operasi tersebut.
Saat ini Nenek Ruwiyah sangat berharap ada pihak yang tergerak hatinya, baik dari pemerintah, lembaga sosial maupun dermawan, yang bersedia membantu meringankan beban biaya pengobatan agar ia bisa melihat kembali dunia dengan jelas.
Bagi nenek ini, bisa melihat sekelilingnya kembali adalah anugerah terbesar yang ia dambakan di sisa usianya.
Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan bantuan atau menjenguk, dapat mengunjungi kediaman Nenek Ruwiyah di Kp. Onyam RT 001/01 Desa Onyam, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.
Ananta/TiMS
