Nelayan Ketapang Mauk Tangerang Kesulitan Melaut, Minta Penambahan Panjang Jeti 1,5 KM
TANGERANG, INFOTERBIT – Ratusan nelayan di Muara Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini menghadapi kesulitan besar dalam menjalankan aktivitas hariannya.
Jeti yang selama ini menjadi tumpuan sandar kapal kini tak lagi bisa digunakan maksimal akibat pendangkalan parah. Nelayan memohon perhatian pemerintah untuk menambah panjang jeti tersebut sejauh 1.500 meter (1,5 KM) lagi.
Seperti diketahui, jeti adalah bangunan yang menjorok dari daratan ke perairan, dan salah satu fungsi utamanya adalah sebagai tempat sandar/tambat kapal, termasuk kapal nelayan.
Selain itu juga berfungsi membantu memecah arus/gelombang agar perairan sekitar lebih tenang, serta mencegah pendangkalan alur.
Saat ini jeti yang sudah ada memiliki panjang hanya sekitar 200 meter. Namun akibat penumpukan lumpur yang terus terjadi, ujung jeti sudah tidak lagi memiliki kedalaman air yang cukup.
Kapal-kapal nelayan tidak bisa merapat, sehingga setiap kali akan berangkat maupun pulang melaut, para nelayan harus bersusah payah mendorong kapal yang terjebak di endapan lumpur.
"Kami harus mendorong kapal berjam-jam, kadang sampai pinggang terbenam lumpur, baru bisa mencapai alur yang dalam. Kalau ombak sedang besar atau arus kuat, ini sangat berbahaya bagi keselamatan kami," ujar Alfian alias Rian, pimpinan nelayan setempat yang juga Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang, Kamis, 16 Juli 2026.
Para nelayan berharap jeti yang ada dapat diperpanjang lagi sejauh 1.500 meter atau 1,5 KM. Dengan perpanjangan itu, ujung jeti akan kembali mencapai perairan yang dalam, sehingga kapal bisa sandar dengan aman.
"Jadi, bongkar muat hasil tangkapan menjadi lancar, dan risiko kerusakan kapal serta kecelakaan kerja dan keselamatan awak kapal dan alat tangkap dapat diminimalisir," ungkap Rian.
Menurutnya, akibat pendangkalan dan kurang maksimalnya keberadaan jeti, berdampak pada ekonomi para nelayan. Hasil tangkapan sering terlambat sampai ke pasar karena kendala akses sandar, sehingga harga jual ikan pun menurun. Selain itu biaya tenaga kerja untuk mendorong kapal menjadi beban tambahan yang harus ditanggung para nelayan.
Perwakilan kelompok nelayan sudah menyampaikan aspirasi ini kepada instansi terkait. Mereka berharap usulan perpanjangan jeti ini segera masuk dalam prioritas anggaran pembangunan, agar mata pencaharian ratusan keluarga nelayan di Muara Ketapang tetap terjaga dengan baik.
"Kami tidak meminta kemewahan, hanya butuh tempat sandar yang layak agar kami bisa bekerja dengan selamat dan menghidupi keluarga," harap perwakilan nelayan lainnya.
Ananta/TiMS

