HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kabid PPPK Disnaker: Pilih Jalur Resmi, Hindari Risiko Kerja ke Luar Negeri Secara Ilegal


TANGERANG, INFOTERBIT – Kepala Bodang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPPK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Hj. Iis Kurniati, menegaskan pentingnya bekerja melalui jalur prosedural bagi warga yang berminat menjadi pekerja migran. 

Ia menyampaikan pesan ini dalam sosialisasi pemberdayaan dan perlindungan perempuan, anak serta pekerja migran yang diadakan Yayasan Pengaduan Hukum Masyarakat Indonesia (YPHMI) di aula kantor Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Jumat (24/7/2026). 

Dalam kegiatan ini, YPHMI menggandeng BP3MI, Disnaker, Pemerintah Kecamatan Kronjo dan Media Infoterbit.com. Turut hadir Ketua APDESI Kecamatan Kronjo sekaligus Kades Pasilian, H. Abdulatip. 

Menurut Hj. Iis, pekerja migran yang berangkat melalui prosedur resmi mendapatkan kepastian perlindungan sejak di dalam negeri hingga tiba di negara penempatan.

"Pekerja prosedural akan mendapatkan pembekalan keterampilan dan bahasa, dokumen perjalanan yang sah, pendampingan sampai di lokasi kerja, serta jaminan perlindungan jika sewaktu-waktu menghadapi kesulitan di sana," jelasnya.

Sebaliknya, jalur ilegal yang sering menawarkan proses cepat tanpa syarat lengkap menyimpan bahaya besar.

"Jalur gelap sangat berisiko: mulai dari penipuan biaya, terjebak jaringan perdagangan orang, hingga mendapat perlakuan tidak manusiawi. Parahnya, saat terjadi masalah tidak ada pihak yang bisa dipertanggungjawabkan," tegas Hj. Iis.

Dalam kesempatan itu, Disnaker juga mengajak para mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan pekerja migran yang sudah pulang untuk beralih ke wirausaha mandiri. Langkah ini dinilai lebih aman dan berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga di tanah air tanpa harus menempuh risiko perjalanan yang tidak pasti.

"Kami mengajak mantan TKW untuk memanfaatkan pengalaman dan tabungan yang dimiliki guna membuka usaha sendiri. Pemerintah daerah pun siap membuka pelatihan, akses permodalan, serta pendampingan usaha bagi siapa saja yang ingin mandiri," tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan warga agar tidak tergiur janji manis calo penempatan ilegal, serta semakin berani berkreasi membangun ekonomi dari lingkungan sendiri.

Ananta/TiMS

 


Posting Komentar