HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bupati Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Sampah Jatiwaringin Mauk Selama 14 Hari


TANGERANG, INFOTERBIT - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan status tanggap darurat bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Kecamatan Mauk selama 14 hati. Status tanggap darurat itu berlaku sejak tanggal 1-14 Juli 2026.

"Tanggap darurat ini sudah sesuai dengan peraturan perundangan sudah dilakukan melalui SK Bupati tentang status kedaruratan  selama 14 hari, tetapi mudah-mudahan ini lebih cepat penanganannya supaya ini juga bisa kita atasi," kata Bupati Maesyal. 

Dia juga menegaskan Pemkab Tangerang bersama seluruh komponen yang terlibat dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin akan bekerja maksimal agar bencana kebakaran segera dapat teratasi.

Memasuki hari keenam penanganan kebakaran TPA sampah Jatiwaringin, Pemkab Tangerang terus mengintensifkan upaya pemadaman melalui jalur darat maupun udara. Berbagai langkah strategis dilakukan secara terukur dan terkoordinasi guna memastikan kebakaran dapat segera terkendali sepenuhnya. 

"Hari pertama hingga hari keenam seluruh operasional pemadaman terus berjalan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dengan kendaraan operasional, serta melalui udara dengan dukungan water bombing," ujar Bupati Maesyal di TPA Jatiwaringin Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, operasi water bombing yang melibatkan helikopter BNPB masih terus berlangsung dan telah memasuki hari keempat. Langkah tersebut terbukti efektif menekan titik-titik api yang berada di area timbunan sampah dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Meski kondisi kebakaran terus menunjukkan perkembangan positif, Bupati mengungkapkan masih terdapat kemunculan asap di beberapa titik akibat perubahan arah dan kecepatan angin yang bergerak menuju kawasan permukiman warga.

"Tadi saya melihat langsung dari udara. Karena angin cukup kencang dan bergerak ke arah barat, muncul kembali asap di bagian barat lokasi. Asap ini berpotensi mengarah ke kawasan permukiman, namun kami sudah melakukan antisipasi melalui camat, kepala desa, puskesmas, dan seluruh perangkat terkait. Jika memang diperlukan evakuasi warga, maka akan segera kami lakukan," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono yang meninjau lokasi kebakaran TPA sampah Jatiwaringin mengungkapkan bahwa pemadaman kebakaran seperti di TPA Jatiwaringin bukan hal yang mudah, karena karakteristiknya seperti kebakaran lahan gambut. 

"Mungkin di atasnya terlihat sudah padam tetapi kita lihat di bagian bawahnya masih ada apinya, kapan saja bisa terbakar dan karena ada CH4-nya (Gas Metana) yang berpotensi menimbulkan ledakan," jelas Diaz

Saat ini, pihaknya juga telah melakukan monitoring dan pemantauan dengan drone untuk menganalisa titik-titik api (hotspot) di TPA Jatiwaringin dan akan berkoordinasi dengan pihak bandara agar pemantauan melalui drone dapat dilakukan secara berkala. Selain itu, Kemen LH juga telah menyiapkan Mobile Monitoring System  untuk melakukan pemantau kualitas udara.

"Kementerian kehutanan juga telah membantu kami memadamkan api. 30 personil dari Kementerian Kehutanan dari Jawa Barat dan Sulawesi ini ahli dalam memadamkan gambut jadi yang serupa dengan TPA ini," imbuhnya. 

Ananta/TiMS

Posting Komentar