Bupati Maesyal Gencar Bedah Rumah, Tapi di Kecamatan Kresek Masih Banyak Rumah Tak Layak: Tugas Siapa Sebenarnya?
Catatan Ananta Putra
Founder/Pemimpin Redaksi Infoterbit.com
Kabupaten Tangerang lagi-lagi jadi sorotan. Di satu sisi, Bupati lagi gencar-gencarnya menggalakkan program bedah rumah. Anggaran sudah disiapkan, target sasaran sudah ditetapkan, bahkan sering kita lihat foto-foto pejabat yang sedang meninjau lokasi pembangunan atau meresmikan rumah yang sudah selesai diperbaiki.
Tujuannya bagus sekali, tentu saja: agar warga bisa tinggal di tempat yang aman, sehat, dan layak huni.
Tapi coba kita melirik ke Kecamatan Kresek. Jujur saja, pemandangan di sana masih sangat memprihatinkan. Masih banyak rumah warga yang kondisinya benar-benar memelas.
Dindingnya ada yang dari anyaman bambu yang sudah bolong-bolong, bahkan ada yang tinggal tiang-tiang penyangga saja. Atapnya banyak yang sudah rapuh, kalau hujan turun malah ikut kehujanan di dalam rumah.
Lantainya pun masih tanah, berdebu saat kemarau dan becek berlumpur kalau musim penghujan tiba. Belum lagi fasilitas sanitasi yang nyaris tidak ada.
Data terbaru dari Kecamatan Kresek menyebutkan: jumlah rumah tidak layak huni sampai tahun 2026 ini mencapai 312 unit. Jumlah itu se-Kecamatan Kresek! Datanya berasal dari 9 desa di kecamatan ini.
Di awal tahun 2026 ini, Camat Kresek beserta jajarannya dan melibatkan 9 kepala desa di wilayah Kecamatan Kresek telah menginventarisir seluruh jumlah RTLH. Hasilnya, ada 367 unit RTLH yang tersebar di 9 desa.
Nah, di tahun 2026 ini, dari jumlah itu akan dibangun 55 unit RTLH. Sumber dana untuk membangun 55 unit RTLH itu berasal dari berbagai pihak.
Diantaranya; 4 unit berasal dari anggaran Kecamatan Kresek, DPPP (31 unit) APBDes (14 unit) ditambah pokok pikiran (Pokir) anggota Dewan (7 unit).
Jika 55 unit itu sudah terbangun semua, maka jumlah RTLH yang tersisa masih lumayan banyak: 312 unit.
Banyak warga bertanya-tanya: padahal program bedah rumah itu sudah berjalan cukup lama, kenapa di Kresek masih begini? Apakah warga di sana tidak mengajukan permohonan? Atau justru usulan mereka terhambat di jalan? Atau mungkin jangkauan program ini memang belum sampai ke pelosok-pelosok desa di wilayah ini?
Kalau kita tanya ke warga yang rumahnya rusak, tentu saja mereka ingin sekali dibantu. Siapa yang tidak ingin punya rumah yang kokoh dan nyaman? Tapi masalahnya, mereka sendiri tidak punya uang untuk memperbaikinya.
Sebagian besar warga di sana berpenghasilan pas-pasan, bahkan ada yang tidak tetap. Makan sehari-hari saja kadang masih susah, apalagi untuk membeli semen, batu bata, atau genteng.
Lalu muncullah pertanyaan besar di benak kita semua: kalau bukan dari program pemerintah, lalu dari mana lagi mereka harus berharap? Dan tugas siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab menuntaskan masalah ini?
Apakah murni tugas Pemerintah Kabupaten saja lewat program yang sudah ada? Padahal kadang keterbatasan anggaran membuat jangkauannya belum merata.
Lalu bagaimana dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa? Apakah sudah berperan maksimal dalam memetakan siapa saja yang benar-benar membutuhkan, dan memastikan usulan mereka sampai ke atas? Atau apakah ada peran lembaga sosial, dermawan, dan juga gotong royong warga sekitar yang bisa digalakkan?
Kita tidak bisa hanya saling lempar tanggung jawab. Warga Kresek juga warga Kabupaten Tangerang yang berhak mendapatkan perhatian yang sama.
Program bedah rumah yang sedang digalakkan harus benar-benar dirasakan sampai ke akar rumput, bukan hanya di tempat-tempat yang mudah dijangkau saja.
Kini saatnya semua pihak bergerak bersama. Pemerintah perlu mengevaluasi, apakah penyaluran bantuannya sudah tepat sasaran. Pihak kecamatan dan desa harus lebih peka dan aktif menyuarakan kondisi warganya. Dan kita semua pun semestinya peduli, karena memastikan setiap orang tinggal di rumah yang layak adalah urusan kemanusiaan.
Jangan sampai program bagus hanya menjadi seremonial belaka, sementara di sudut lain masih banyak saudara kita yang berteduh di tempat yang nyaris tak pantas disebut rumah.
Catatan Ananta Putra, Senin 20 Juli 2026
