HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

‎Teror Ular Sanca Kembang di Kp. Bentengan Pasilian Lama Kronjo Masih Berlanjut, 2 Ekor Masuk Rumah Warga


TANGERANG, INFOTERBIT - Teror ular sanca kembang di Kampung Bentengan Pasilian Lama, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, masih berlanjut.


‎Pada Minggu malam 24 Mei 2026, dua ekor ular diketahui hendak masuk rumah warga. Beruntung saat itu, kondisi rumah dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga ular itu hanya berkeliaran di teras rumah.


‎Sementara, satu ekor lagi terlihat warga sedang melintang di tengah jalan desa Kampung Bentengan Pasilian Lama. Hal ini membuat pengendara kesulitan melewati jalan itu karena khawatir menabrak badan ular. Tak lama kemudian, ular itu langsung masuk rumah warga.


‎Damin, warga setempat menjelaskan, panjang masing-masing ular diperkirakan sekitar 5 meter. "Besar, sama seperti yan ditemukan warga sebelumnya. Tapi kali ini ularnya lepas, tidak berhasil ditangkap," ujar warga RT 006/03 itu.


Dalam dua pekan ini, warga telah menemukan 6 ekor ular sanca kembang, tiga diantaranya berhasil ditangkap. Rata-rata ukurannya 5 meter dengan berat sekitar 90 Kg per ekor.


‎Yang jadi kekhawatiran warga, sebab ada beberapa ular yang berhasil meloloskan diri tidak bisa ditangkap warga. "Kami khawatir ular-ular itu kembali lagi, meski tidak berbisa, tapi belitan tubuh ular itu mematikan, apalagi disini banyak anak kecil, ujar wargaa lainnya.


‎Setiap malam, warga terutama laki-laki berjaga-jaga hingga pagi khawatir ular sanca yang rata-rata panjangnya lima meter kembali keluar dari sarangnya.


‎"Kami ronda setiap malam, waspada ada ular sanca kembang muncul lagi," ujar Damin.


‎Sayangnya, hingga kini belum ada petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui tim Pemadam Kebakaran (Damkar) yang datang ke lokasi.


‎Padahal BPBD/Damkar memiliki layanan animal rescue untuk mengevakuasi ular yang masuk ke permukiman.


‎"Selama ini, tidak pernah ada petugas BPBD/Damkar yang turun ke lokasi. Padahal, Damkar ada kantor di wilayah Kronjo. Kami beramai-ramai menangkap ular sendiri, meski tak punya keahlian. Padahal, harusnya kan dilalukan oleh petugas yang profesional," ujar Damin.


‎Menurut warga, sejak tahun 2022 sampai saat ini, sedikitnya sudah ada 29 ekor ular sanca kembang yang ditangkap warga. "Biasanya, ular yang ditangkap langsung kita jual," ujarnya.


‎Ananta/TiMS


Posting Komentar