Wali Murid Keluhkan Menu MBG TK Pertiwi, Camat Kresek Tegur Pengawas agar Ditindaklanjuti

Camat Kresek Eka Fathussidki.
TANGERANG, INFOTERBIT - Camat Kresek, Kabupaten Tangerang, Eka Fathussidki menegur Pengawas Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait masalah menu MBG TK Negeri Pertiwi yang dikeluhkan wali murid/orang tua siswa sekolah itu.
"Sudah, saya sudah komunikasi dengan Pengawas MBG agar menyampaikan ke pengelola dapur SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) yang mengirim MBG ke TK Pertiwi agar merespon cepat keluhan orang tua siswa," ujar Camat Eka kepada Infoterbit.com.
Sebelumnya, puluhan orang tua siswa memprotes menu MBG karena dinilai asal-asalan dan tidak sesuai. Komplain ini untuk kali kedua dilayangkan para orang tua siswa.
Beberapa waktu lalu, komplain mereka direspon pihak SPPG yang mengelola MBG itu dan dalam beberapa hari, menunya cukup baik.
Namun, belakangan ini, menu MBG yang diterima kembali tidak sesuai. Seperti pada menu MBG hari Kamis pekan lalu, terdiri dari nasi, sayur, nuget (2 buah), tempe (1), dan buah salak (1). Menurut orang tua siswa, kalau ditotal, diperkirakan tidak sampai Rp8 ribu.
Orang tua siswa mengatakan, keluhan ini sudah disampaikan ke Kepala Sekolah TK Pertiwi. Pihak sekolah juga langsung menyampaikan keluhan orang tua siswa ke pengantar MBG.
Sementara sebelumnya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam rapat evaluasi MBG beberapa waktu lalu minta agar pengelola SPPG merespon cepat adanya laporan yang masuk dari masyarakat terkait menu MBG yang tidak berkualitas. Dia meminta BGN bersama seluruh mitranya untuk lebih responsif menindaklanjuti laporan warga, termasuk orang tua siswa.
"BGN dan SPPG harus lebih responsif dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait komposisi dan kondisi makanan program MBG,” tegas Bupati Maesyal.
“MBG bukan sekadar membagikan makanan. Makanan yang disajikan harus dalam kondisi segar, bersih, higienis, dan bebas dari bakteri. Dengan demikian, makanan dapat dikonsumsi dengan aman dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan gizi anak-anak," ujar Bupati Maesyal.
Ananta/TiMS