HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kepala Puskesmas Mekar Baru dr. Riris Beri Edukasi Soal Penyakit HIV, Begini Penjelasannya


TANGERANG, INFOTERBIT - Puskesmas Mekar Baru, Kabupaten Tangerang saat ini sedang menangani seorang warga yang mengidap penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus).


‎Terkait hal ini, Kepala Puskesmas Mekar Baru, dr. E. Riris Anita Tarihoran, M.Kes., memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai HIV/AIDS.


‎"Hal ini penting agar masyarakat memahami dengan benar seputar HIV/AIDS mulai dari penularan, perawatan, serta kehidupan rumah tangga bagi penderita," ujar dr. Riris di sela-sela pemeriksaan pasien HIV bernisial SA, Rabu 29 April 2026.


‎Menurutnya, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, namun tidak mudah menular seperti yang masih banyak disalahpahami masyarakat.


‎“HIV hanya menular melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, sperma, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu ke bayi,” jelas dr. Riris.


‎Ia menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti bersalaman, berpelukan, atau berbagi makanan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak memberikan stigma negatif kepada penderita.


‎Lebih lanjut, dr. Riris menyampaikan bahwa penderita HIV tetap dapat hidup sehat dan produktif selama menjalani pengobatan secara rutin melalui Terapi Antiretroviral (ARV).


‎“Dengan disiplin mengonsumsi obat ARV, virus dapat ditekan hingga tidak terdeteksi. Ini memungkinkan penderita menjalani hidup normal dan menurunkan risiko penularan,” ujarnya.


‎Selain pengobatan, penderita juga dianjurkan menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin memeriksakan kesehatan, serta menjaga kondisi mental agar tetap stabil.


‎Terkait kehidupan rumah tangga, dr. Riris menegaskan bahwa pasangan suami istri dengan HIV tetap dapat menjalani hubungan, namun harus dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.


‎“Gunakan kondom, patuhi pengobatan, dan lakukan pemeriksaan rutin. Dengan kondisi virus yang tidak terdeteksi, risiko penularan ke pasangan dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.


‎Di akhir edukasi, dr. Riris juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan dukungan moral kepada penderita, termasuk kepada SA agar tetap semangat menjalani pengobatan dan kehidupan sehari-hari.


‎“Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting. Dengan pemahaman yang benar, kita bisa mencegah penularan sekaligus membantu penderita menjalani hidup yang lebih baik,” tutupnya.


‎Sementara, dalam kesempatan tersebut, Pegiat Sosial Marnan Sarbini juga terus mendampingi SA selama proses pengobatan yang ditangani oleh Puskesmas Mekar Baru. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan agar SA mendapatkan perawatan yang optimal serta dukungan moral selama menjalani terapi.


‎“Kami akan terus mendampingi SA dalam proses pengobatan ini, memastikan ia rutin menjalani terapi dan mendapatkan perhatian yang layak dari layanan kesehatan,” ujar Marnan.


‎Ananta/TiMS



Posting Komentar