Ketua PWGK-Kresek Sibti Alex: Desa Kandawati Kaya Potensi, Sayang Kadesnya 'Melempem'
TANGERANG, INFOTERBIT - Desa Kandawati yang berada dibawah wilayah Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, punya banyak potensi.
Salah satu yang sudah dikembangkan yakni Desa Wisata Religi yang menonjolkan sejarah Islam dan ziarah makam, khususnya makam Nyimas Gandawati.
Dua tahun lalu, desa yang punya banyak situs sejarah berupa makam-makam tokoh penyebar agama Islam, mulai dikenal. Harapan Pemkab Tangerang, melalui ikon Desa Wisata Religi, Kandawati semakin populer.
Sayangnya, dibawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Sumarni, ikon Desa Wisata Religi justru makin meredup. Tak ada satu pun gebrakan yang terdengar dari kades pengganti antar waktu (PAW) ini untuk membuat program mempromosikan desa wisata religi.
"Pokoknya melempem, lah... Jangankan untuk promosi desa wisata, kepedulian terhadap warganya saja tak pernah ada," ujat Sibti Alex, Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler Kresek (PWGK-Kresek), Jumat 27 Maret 2026.
Contohnya ketika warga berinisiatif memperbaiki jalan amblas secara swadaya, jangankan turun tangan membantu, hadir pun tidak di kegiatan kerja bakti. "Padahal jaro nya sudah minta bantuan, tapi tidak digubris," kata jurnalis ifakta.co ini.
Lalu, di saat desa lain warganya bersyukur mobil siaga desa sudah bisa dimanfaatkan untuk keperluan darurat, justru di Desa Kandawati, mobil siaga tak terlihat keberadaannya.
"Saya menilai, Kandawati dalam kondisi kritis, kinerja Kadesnya perlu dievaluasi. Saya sudah sampaikan ini ke bupati dan wakil bupati, harus diturunkan tim asistensi untuk memonitor pemerintahan di Desa Kandawati," katanya.
Di sisi lain, dia juga akan minta agar realisasi dan pemanfaatan Dana Desa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir diaudit dan hasilnya disampaikan secara transparan. "Sebab saya tak melihat ada pembangunan yang berarti dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini. Untuk apa saja dana desanya," kata Sibti.
Hingga berita ini diturunkan, Kades Kandawati Sumarni belum dapat dikonfirmasi. Di kantor desa, yang bersangkutan tidak ada, sedangkan staf desa enggan memberi nomor ponsel yang bersangkutan.
Ananta/TiMS
